PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI DENGAN METODE RESITASI PADA SISWA KELAS XI KRB SMK NEGERI 1 REMBANG TAHUN AJARAN 2017/2018

C. Endah Winahyuningsih

Abstract


Abstrak

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu mendapat perhatian dalam pembelajaran di sekolah. Salah satu keterampilan menulis adalah menulis cerpen. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru dan beberapa siswa kelas XI diketahui bahwa keterampilan siswa dalam menulis cerpen masih kurang. Hal ini disebabkan oleh faktor guru sebagai fasilitator dan faktor siswa sebagai peserta didik.

            Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan kemampuan menulis cerpendan perubahan tingkah laku siswa kelas XI KRB SMK N I Rembang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dengan metode resitasi.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerpen dan perubahan tingkah laku siswa XI KRB setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dengan metode resitasi.

            Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan langkah-langkah:  perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini  siswa kelas XI KRB SMK N I Rembang yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu variabel keterampilan menulis cerpen, penggunaan pengalaman pribadi, dan penggunaan metode resitasi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes berupa hasil kemampuan siswa dalam menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dengan metode resitasi, sedangkan teknik nontes berupa hasil observasi,  wawancara, dan  dokumentasi foto. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis dan membandingkan hasil tes menulis cerpen prasiklus, siklus I dan siklus II. Sementara teknik kualitatif digunakan untuk menganalisis dan membandingkan hasil nontes siklus I dan siklus II.

            Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan siswa dalam menulis cerpen dan mencapai target nilai rata-rata minimal yang ditentukan, yaitu sebesar 75. Berdasarkan hasil tes, nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan sebesar 5,79 dari siklus I ke siklus II dan 14,74 dari  prasiklus ke siklus II.Penerapan metode resitasi dalam pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi diikuti dengan perubahan perilaku siswa ke arahyang lebih positif. Siswa menjadi lebih tertarik, lebih aktif, dan lebih semangat mengikuti pembelajaran menulis cerpen yang disajikan peneliti.

            Berdasarkan hasil penelitian tersebut, simpulan yang dapat diambil adalah adanya peningkatan hasil tes  menulis cerpen dan perubahan tingkah laku siswa kelas XI KRB SMK N I Rembang setelah mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan metode resitasi. Berdasarkan hal tersebut, saran yang dapat diberikan peneliti kepada guru agar menggunakan metode resitasi dan pengalaman pribadi dalam pembelajaran menulis cerpen. Bagi peneliti khususnya yang menekuni bidang penelitian bahasa dan sastra Indonesia, metode resitasi ini dapat digunakan juga untuk penelitian pada mata pelajaran lain. Karena metode resitasi ini cukup sederhana dan mudah dilaksanakan dan terbukti berdampak positif pada siswa.

Kata kunci: keterampilan menulis, pengalaman pribadi, metode resitasi

Full Text:

XML


DOI: https://doi.org/10.26877/sasindo.v6i1.3704

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons

Jurnal Sasindo didistribusikan di bawah payung Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.