PENGARUH LATIHAN MENGGUNAKAN BOLA TENIS DAN TOUCHING CONE TERHADAP KECEPATAN REAKSI KIPER SEPAKBOLA SSB BMC KANGKUNG
Abstract
Studi ini merupakan percobaan pada jenis desain eksperimental dan penggunaan "desain uji setelah dua kelompok pretest." Populasi latihan semua kiper SSB-BMC dan 10 pemain dilengkapi dengan teknologi pengambilan sampel total. Peralatan uji menggunakan pemotretan 5 meter (Hamid, 2023: 34) dengan efektivitas 0, 8120, keandalan 0, 3589. Hasil latihan tenis pasca perawatan naik dari 4,80 menjadi 7,40 dari pretest, peningkatan rata-rata 2,6 atau 54,1%. Hasil uji-t untuk dua latihan menerima nilai SIG. (2 penjualan) 0,000 dan 0,002. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan antara waktu perawatan dengan gerakan bola tenis dan gerakan sentuh tap, meningkatkan tingkat respons kiper sepak bola SSB-BMC. Saran untuk pelatih dapat menjadikan latihan ini sebagai variasi latihan untuk meningkatkan tingkat respons.
Full Text:
PDFReferences
Devianto, E. (2020). Pengembangan model latihan kecepatan reaksi pada penjaga gawang usia 12-14 tahun. Skripsi.Universitas Negeri Yogyakarta
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeda.
Sukadiyanto.(2011). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Bandung: CV Lubuk Agung.
Undang-undang sistem pendidikan nasional. (2003). 38.
Ulfiansyah, F. N., Budianto, K. S., & Kriswantoro, K. (2015). Pengaruh Latihan Reaksi Bervariasi Dan Tetap Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang. Unnes Journal of Sport Sciences, 4(2).
Refbacks
- There are currently no refbacks.



