PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU

Vella Rohmayani, Anindita Riesti Retno Arimurti, Rinza Rahmawati Samsudin

Abstract


Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.



Full Text:

PDF

References


Ariesta, A. A. (2013). Uji Efektifitas Larutan Daun Pepaya (Carica papaya) Sebagai Larvasida Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes aegypti di Laboratorium B2P2VRP. Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit. Salatiga.

Astriani, Y., & Widawati, M. (2016). Potensi tanaman di Indonesia sebagai larvasida alami untuk Aedes aegypti. SPIRAKEL, 8(2), 37–46. https://doi.org/10.22435/spirakel.v8i2.6166

Cahyati, W. H., Asmara, W., Umniyati, S. R., & Mulyaningsih, B. (2017). The phytochemical analysis of hay infusions and papaya leaf juice as an attractant containing insecticide for Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 218–224. https://doi.org/10.15294/kemas.v12i2.6223

Cahyati, W. H., Asmara, W., Umniyati, S. R., & Mulyaningsih, B. (2019). Biolarvicidal effects of papaya leaves juice against Aedes aegypti Linn larvae. Journal of International Dental and Medical Research, 12(2), 780–785. http://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2019/07/70_M17_449_Widya_Hary_Cahyati_Layout.pdf

Dwiyanti, R. D., Dediq, R., & Thuraidah, A. (2017). Daya bunuh ekstrak air daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap larva Aedes sp. Medical Laboratory Technology Journal, 3(1), 17. https://doi.org/10.31964/mltj.v3i1.151

Fouque, F., & Reeder, J. C. (2019). Impact of past and on-going changes on climate and weather on vector-borne diseases transmission: A look at the evidence. Infectious Diseases of Poverty, 8(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s40249-019-0565-1

Gutierrez, P. M., Antepuesto, A. N., Eugenio, B. A. L., & Santos, M. F. L. (2014). Larvicidal activity of selected plant extracts against the dengue vector Aedes aegypti mosquito. International Research Journal of Biological Sviences, 3(4), 23–32.

Indah, I. S. (2019). Situasi Filariasis di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI (p. 12). https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/20010200002/ infodatin-situasi-filariasis-di-indonesia.html

Kumar, S., Mishra, M., Wahab, N., & Warikoo, R. (2014). Larvicidal, repellent, and irritant potential of the seed-derived essential oil of Apium graveolens against dengue vector, Aedes aegypti L. (Diptera: Culicidae). Frontiers in Public Health, 2(SEP), 1–6. https://doi.org/10.3389/fpubh.2014.00147

Mardiana, Supraptini, & Aminah, N. S. (2009). Datura metel Linnaeus sebagai insektisida dan larvasida botani serta bahan baku obat tradisional. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, XIX. https://agris.fao.org/agris-search/search.do?recordID=DJ2020000225

Pradani, F. Y. (2009). Indeks pertumbuhan larva Aedes aegypti L. yang terdedah dalam ekstrak air kulit jengkol (Pithecellobium lobatum). Aspirator: Journal of Vector-borne Disease Studies, 1(2). https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/aspirator/issue/archive

Sulistiyani, Falah, S., Wahyuni, W. T., Sugahara, T., Tachibana, S., & Syaefudin. (2014). Cellular mechanism of the cytotoxic effect of extracts from Syzygium polyanthum leaves. American Journal of Drug Discovery and Development, 4(2), 90–101. https://doi.org/10.3923/ajdd.2014.90.101

Utami, P., & Puspaningtyas, D. E. (2014). The Miracle Of Herbs. Agro Media Pustaka.

Waskito, P. E., & Cahyati, W. H. (2018). Efektivitas granul daun salam (Eugenia polyantha Wight) sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. SPIRAKEL, 10(1), 12–20. http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/spirakel/article/view/546




DOI: https://doi.org/10.26877/bioma.v11i2.10587

Refbacks

  • There are currently no refbacks.