PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU

Susanna Halim, Hariyanto Halim, I Nyoman Ehrich Lister, Saipul Sihotang, Ali Napiah Nasution, Ermi Girsang

Abstract


Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.



Full Text:

PDF

References


Hermidanora, R., Eka, S., Triswanto, S., & Yulia, S. (2018). Aktivitas salep ekstrak aktivitas salep ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabathricum L.) untuk luka bakar. Journal of Pharmaceutical Science and Medical Research, 2(2), 81-89. http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/pharmed

Izzati, U. Z. (2015). Efektivitas penyembuhan luka bakar salep ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabathricum L.) pada tikus (Rattus norvegicus). Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 3(1), 1-19. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfarmasi/article/view/11025

Joffry, S. M., Yob, N. J., & Rofiee, M. S. (2012). Melastoma malabathricum (L.) smith ethnomedicinal uses, chemical constituents, and pharmacological properties: A review. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine, 2012, 1-48. https://doi.org/10.1155/2012/258434

Mappa T, Edy, J. H., & Kojong, N. (2013). Formulasi gel ekstrak daun sasaladahan (Peperomia pellucida (L.) H.B.K) dan uji efektifitasnya terhadap luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi. 2(2), 49-55. https://doi.org/10.35799/pha.2.2013.1606

Nanci, A., Cate, A. R. & Ten. (2013). Ten Cate’s oral histology: Development, structure, and function. 8th ed. St. Louis. Elsevier.

Li, K., Diao, Y., & Zhang, H. (2011). Tannin extracts from immature fruits of Terminalia chebula Fructus Retz. promote cutaneous wound healing in rats. BMC Complementary Medicine and Terapies, 11(86), 1-9. https://bmccomplementmedtherapies.biomedcentral.com/track/pdf/10.1186/1472-6882-11-86.pdf

Pastar, I., Stojadinovic, O., & Yin, N. C. (2014). Epithelialization in wound healing: a comprehensive review. Advances in Wound Care, 3(7), 445–464. https://doi.org/10.1089/wound.2013.0473

Qin, S. & Sihotang, S. (2020). Efektivitas ekstrak daun alpukat (Persea Americana Mill.) terhadap Propionibacterium acnes dan Pityrosporum ovale. Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medis), 3(2), 75-81. http://www.ojsfkuisu.com/index.php/stm/article/view/51/35

Soemari, Y. B., Sapri, & Maghfiroh, F. (2016). Uji aktifitas ekstrak etanol 70 % daun senggani (Melastoma malabathricum L.) terhadap penghambatan pertumbuhan koloni bakteri pada daging sapi. Media Sains, 9(1), 1-9. https://lldikti11.ristekdikti.go.id/jurnal/d32469de-3092-11e8-9030-54271eb90d3b

Wandi, R. (2015). Efektivitas gel combustio derajat II ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabathricum L.) pada tikus jantan (Rattus norvegicus). Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 3(1), 1-24. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfarmasi/article/view/12406




DOI: https://doi.org/10.26877/bioma.v10i1.6555

Refbacks

  • There are currently no refbacks.