PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU
Abstract
Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arikunto, S. (2014). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arifin, Z. (2015). Evaluasi Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Ariestyan, Y, et al. (2016). Proses Berpikir Reflektif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. KadikmA.7 (1). 94-104. Jember : Universitas Jember.
Available at: . Date accessed: 22 Agustus. 2019.
Clara, M. (2015). What is Reflection? Looking for Charity in an Ambiguous Notion. Journal of Teacher Education 2015, 66(3) 261–271. America : American Association of Colleges for Teacher Education
Muin, Abdul. (2011). The Situations That Can Bring Reflective Thinking Process in Mathematics Learning. International Seminar and the Fourth National Conference on Mathematics Education, 231-238. Yogyakarta : Department of Mathematics Education, Yogyakarta State University.
Nindiasari, H. et al. (2014). Stages of Reflective Thinking Mathematically. Proceeding in International Seminar on Innovation in Mathematics and Mathematics Education (ISIM-MED) 2014, 453-460.Yogyakarta : Department of Mathematics Education, Yogyakarta State University.
Sugiono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
DOI: https://doi.org/10.26877/imajiner.v1i5.4551
Refbacks
- There are currently no refbacks.
View My Stats
Barcode ISSN Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika telah terindeks pada:
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika by Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.Based on a work at http://journal.upgris.ac.id/index.php/imajiner.







