RELASI SEBAGAI DASAR EPISTEMOLOGI TEORI SOSIAL KARL MARX

Supriyono Purwosaputro

Abstract


Filsafat Karl Marx : ?óÔé¼?ôdialetika materialisme?óÔé¼?Ø dengan pokok-pokok pemikiran mengenai pekerjaan manusia, keterasingan manusia, materialisme historis, revolusi proletariat, dan kritik terhadap kapitalisme. Pemikiran kritis Karl Marx tidak hanya relevan untuk jamannya (abad XIX) saja, melainkan juga relevan dengan keadaan fagmentaris masyarakat modern yang tidak mampu menyediakan ?óÔé¼?ôpekerjaan yang manusiawi?óÔé¼?Ø yang mampu meningkatkan martabat kemanusiaan manusia. Pemikiran Karl Marx yang mendasarkan pada analisis relasi manusia, telah melampaui beberapa tahapan : (1) Pemikiran filsafat praktis yang tidak hanya mengintepretasi dunia, tetapi juga mengubah dunia, (2) Pemikiran pencarian basis keterasingan manusia dalam pekerjaannya, (3) Pemikiran hukum sosial obyektif yang menentukan perkembangan masyarakat. Filsafat Karl Marx menunjukkan pandangan realisme yang bertumpu pada relasi dalam memahamu manusia dan masyarakat, menolak materialisme ?é?áministik, mengandung idealisme dan aktualisme (menolak adanya substansi-substansi) yang mengarah pada pada kesadaran subyek manusia yang terlibat dalam pengembangan masyarakat, mengatasi materialisme yang vulgar dan materialisme mekanistis. Kehadiran manusia lebih ditentukan peranannya dalam pengalaman material (faktor pentingnya relasi antar manusia dan alam) yang bersifat humanis. Pemikiran Karl Marx memperkaya pendangan epistemologi mengenai manusia dan masyakat dangan pendekatan struktural dan analisis kelas. Kritik pada Filsafat Karl Marx: dielatika yang terus-menerus akan menghancurkan dirina sendiri. Secara epistemologis pemikiran Karl Marx telah menjadi inspirasi dasar munculnya aliran Teori Kritis atau Mahzab Frankfurt, dengan dasar pemikiran teori kritis masyarakat.

Kata-kata Kunci : relasi, alienasi, dialetika, materialisme-historis


Full Text:

FULL TEXT

Refbacks

  • There are currently no refbacks.