Degradasi dan Resiliensi Fungsi Sosial Tembang Macapatdalam Masyarakat Jawa Kontemporer: Kajian Sosiologi Sastra dan Implikasinya Bagi Pendidikan Karakter
Abstract
Tembang macapat sebagai warisan sastra lisan Jawa menghadapi tekanan serius akibat perubahan sosial yang dipercepat oleh globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan menganalisis proses degradasi fungsi sosial tembang macapat pada masyarakat Jawa kontemporer; (2) memetakan strategi resiliensi komunitas pegiat macapat dalam mempertahankan relevansinya; dan (3) merumuskan implikasi pedagogis bagi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan kerangka teori fungsi sastra Ratna (2012) dan teori habitus-kapital Bourdieu (1993), penelitian ini menerapkan desain kualitatif multimetode yang menggabungkan analisis konten terhadap 11 pupuh macapat dari Serat Centhini, wawancara mendalam dengan 18 informan purposif (dalang, pakar linguistik Jawa, guru, dan aktivis budaya), serta etnografi virtual pada komunitas macapat daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi macapat mengalami reduksi dari lima fungsi historis (hiburan, pendidikan moral, ritual tolak bala, penanda siklus hidup, dan kohesi sosial) menjadi dua fungsi dominan kontemporer (estetika pertunjukan dan identitas kultural), namun terdapat resiliensi signifikan melalui gerakan neotradisonalisme digital. Temuan ini mempertegas perlunya rekontekstualisasi macapat dalam kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai instrumen pendidikan karakter.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abrams, M. H. (1953). The mirror and the lamp: Romantic theory and the critical tradition. Oxford University Press.
Balai Bahasa Yogyakarta. (2023). Survei kompetensi bahasa Jawa generasi Z di DIY dan Jateng. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Baudrillard, J. (1994). Simulacra and simulation (S. F. Glaser, Trans.). University of Michigan Press. (Karya asli diterbitkan 1981)
Bourdieu, P. (1993). The field of cultural production: Essays on art and literature (R. Johnson, Ed.). Columbia University Press.
Cohen, M. I. (2016). Performing otherness: Java and Bali on international stages, 1905–1952. Palgrave Macmillan.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). Sage.
Endraswara, S. (2012). Teori pengkajian sosiologi sastra. UNY Press.
Geertz, C. (1960). The religion of Java. University of Chicago Press.
Hale, T. A. (1998). Griots and griottes: Masters of words and music. Indiana University Press.
Hobsbawm, E., & Ranger, T. (Eds.). (1983). The invention of tradition. Cambridge University Press.
Kartomi, M. J. (2014). Concepts and processes of music transmission in west Sumatra: The minangkabau and mentawai peoples, and the Siberut shamans. Ashgate.
Kozinets, R. V. (2020). Netnography: The essential guide to qualitative social media research (3rd ed.). Sage.
KGPAA Mangkunagara IV. (1985). Serat Centhini (Jilid I–XII, transliterasi). Yayasan Centhini Yogyakarta. (Naskah asli ±1814)
Laginem, Sukardi, & Supardjo. (1996). Macapat tradisional dalam bahasa Jawa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Lotman, Y. M. (1990). Universe of the mind: A semiotic theory of culture (A. Shukman, Trans.). I. B. Tauris.
Manovich, L. (2020). Cultural analytics. MIT Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.
Miner, E. (1968). An introduction to Japanese court poetry. Stanford University Press.
Pujianto, A. (t.t.). Tembang mijil sebagai media pendidikan karakter di sekolah dasar. Laporan Penelitian Internal. [Nama Institusi tidak tersedia]
Ratna, N. K. (2012). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra: Dari strukturalisme hingga postrukturalisme, perspektif wacana naratif. Pustaka Pelajar.
Ricoeur, P. (1981). Hermeneutics and the human sciences (J. B. Thompson, Ed. & Trans.). Cambridge University Press.
Santosa, P. (2016). Fungsi sosial kemasyarakatan tembang macapat dalam paguyuban macapat di Malang. Widyaparwa, 44(1), 1–14.
Sweeney, A. (1987). A full hearing: Orality and literacy in the Malay world. University of California Press.
Taylor, T. D. (2007). Beyond exoticism: Western music and the world. Duke University Press.
Williams, R. (1977). Marxism and literature. Oxford University Press.
Zoetmulder, P. J. (1974). Kalangwan: A survey of old Javanese literature. Martinus Nijhoff.
DOI: https://doi.org/10.26877/kaloka.v3i2.12326
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah telah terindeks pada:
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah by LPPM Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.




.png)









