Dari Degradasi ke Revitalisasi: Eksistensi Tembang Macapat di Kalangan Generasi Z dan Strategi Adaptif Berbasis Ekologi Budaya di Era Digital
Abstract
Degradasi eksistensi tembang Macapat di kalangan GenerasiZ merupakan masalah budaya yang mendesak, namun belum dikaji secara sistematis melalui kerangka ekologi budaya yang integratif. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis kondisi eksistensi tembang Macapat di kalangan Generasi Z melalui pendekatan ekologibudaya; (2) mengidentifikasi faktor-faktor multidimensional penyebab degradasi dengan konstruksi model teoritik baru; dan (3) merumuskan strategi revitalisasi adaptif berbasis sintesis penelitian empirik. Metode yang digunakan adalah systematic literaturereview (SLR) dengan protokol PRISMA-P, melibatkan analisis terhadap 27 sumber primer terpilih dari rentang 2018–2024, yang dianalisis menggunakan model analisis tematik Braun & Clarke (2006) dan disintesis melalui kerangka ekologi budaya Neville (CulturalEcology Framework). Novelty penelitian ini terletak pada tiga kontribusi: (1) konstruksi Model Degradasi-Revitalisasi Macapat (MDRM) yang mengintegrasikan enam dimensi penyebab degradasi secara sistemik; (2) perumusan strategi revitalisasi bertingkat berbasis ekologi budaya yang membedakan intervensi pada level mikro, meso, dan makro; serta (3) identifikasi paradoks digital sebagai peluang sekaligus ancaman yang belum dipetakan dalam literatur sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi tembang Macapat bersifat multidimensional–mencakupdimensi struktural-sosial, pedagogis, kultural-global, teknologi-media, kebijakan-institusional, dan transmisi keluarga–yangberinteraksi secara sinergistik membentuk spiral degradasi budaya. Strategi revitalisasi yang dirumuskan mencakup enam komponen adaptif: integrasi kurikulum kontekstual, digitalisasi kreatif, kolaborasi industri kreatif, penguatan institusi lokal, rekayasa kebijakan, dan revitalisasi transmisi keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi tembang Macapat memerlukan pendekatan ekologis-sistemik yang melampaui pelestarian konvensional menuju ko-evolusi tradisi dan modernitas
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Asih, I. W., Tantri, S. N., & Prima, S. R. (2024). Global and local cultural contestation in the digital age: Indonesian Gen Z’s responses to foreign cultures and national identity. Proceedings of the 6th Open Society Conference (OSC 2024), 122–130. Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-340-5_11
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Jannah, A. R. (2022). Implikasi tembhang macapat Madhura dalam bimbingan dan konseling. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 3(1), 25–37. https://doi.org/10.19105/ec.v3i1.5464
Design, Telkom University. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/27548
Moher, D., Shamseer, L., Clarke, M., Ghersi, D., Liberati, A., Petticrew, M., … Stewart, L. A. (2015). Preferred reporting items for systematic review and meta-analysis protocols (PRISMA-P) 2015 statement. Systematic Reviews, 4(1), 1. https://doi.org/10.1186/2046-4053-4-1
Neville, B. (2018). The cultural ecology of human development. In R. Vasta (Ed.), Six theories of child development (pp. 187–249). JAI Press.
Noviati, E. (2018). Eksistensi nilai-nilai tembang macapat di kalangan anak muda sebagai filter pengaruh alkulturasi. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, Institut Seni Indonesia Surakarta. https://doaj.org/article/8c04f9562c41476da917e7a9ef230a42
Santosa, P. (2016). Fungsi sosial kemasyarakatan tembang macapat. Widyaparwa, 44(2), 97–109.
Steward, J. H. (1955). Theory of culture change: The methodology of multilinear evolution. University of Illinois Press.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why today’s super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy – and completely unprepared for adulthood. Atria Books.
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan (Edisi kedua). Yayasan Obor Indonesia.
DOI: https://doi.org/10.26877/kaloka.v3i2.12336
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah telah terindeks pada:
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah by LPPM Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.




.png)









