Eksistensi Tembang Macapat di Era Modernisasi:Kajian Terhadap Pergeseran Fungsi dan Strategi Revitalisasi

Risma Perwita, Yuli Kurniati Werdiningsih, Alfiah Alfiah

Abstract


Tembang  macapat  sebagai  warisan  sastra  dan  budaya  Jawa  menghadapi  ancaman  serius  akibat pergeseran nilai budaya di era modernisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi tembang macapat  pada  generasi  muda,  mengidentifikasi  faktor-faktor  penyebabpergeseran  fungsinya,  serta merumuskan strategi revitalisasinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode etnografi digital dan analisis isi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan  (seniman  macapat,  pendidik,  dan  generasi muda),  observasi  partisipatif  di  komunitas  seni, serta  dokumentasi  teks  tembang.  Analisis  dilakukan  dengan  teknik  triangulasi  sumber  dan  metode. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) eksistensi tembang macapat di kalangan generasi muda (usia 13-25 tahun) mengalami penurunan signifikan, dengan hanya 12% responden yang mampu melagukan  tembang  secara  benar;  (2)  pergeseran  fungsi  tembang  macapat  dari  medium  pendidikan moral  menuju  artefak  budaya  pasif  dipicu  oleh  dominasi  budaya  digital,  melemahnya  transmisi intergenerasi,  dan  absennya  kurikulum  yang  relevan;  (3)  revitalisasi  efektif  memerlukan  integrasi platform  digital,  keterlibatan  komunitas  lokal,  dan  reformasi  kurikulum  berbasis  kearifan  lokal. Penelitian  ini  memberikan  kontribusi teoritis  pada  kajian  etnomusikolgi dan  studi  budaya,  sekaligus kontribusi praktis bagi pemangku kebijakan pendidikan dan kebud


Keywords


tembang macapat, modernisasi, revitalisasi budaya, generasi muda, kearifan lokal

Full Text:

PDF

References


Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.).

Hapsari, R., & Nugroho, A. (2022). Digital media and the erosion of Javanese traditional arts: A study on macapat tembang among adolescents. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 14(2), 87–104.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Noviani, E. (2018). Eksistensi tembang macapat di kalangan anak muda sebagai filter pengaruh akulturasi. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 16(1), 1–12.

Primasari, D., & Wibowo, H. (2023). Krisis kompetensi bahasa Jawa krama pada generasi muda dan implikasinya terhadap pelestarian seni tradisional. Litera: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 22(1), 45–62.

Smith, L. (2006). Uses of heritage. Routledge.

Sudardi, B. (2021). Macapat sebagai medium transmisi nilai moral dalam kebudayaan Jawa. Jurnal Humaniora, 33(2), 112–125.

Turino, T. (2008). Music as social life: The politics of participation. University of Chicago Press. https://doi.org/10.7208/chicago/9780226817521.001.0001

UNESCO. (2020). What is intangible cultural heritage? United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

Wahyuni, S., & Santoso, B. (2022). Relevansi nilai-nilai tembang macapat dalam pendidikan karakter di era digital. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 78–94.

Widodo, H., Sulistyowati, E., & Rahayu, N. (2023). Revitalisasi tembang macapat berbasis komunitas: Studi kasus di Surakarta dan Yogyakarta. Mozaik Humaniora, 23(1), 15–33.




DOI: https://doi.org/10.26877/kaloka.v3i2.12352

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah telah terindeks pada:

         

Creative Commons License

Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah by LPPM Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.