PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU

Rizky Muliani Dwi Ujianti, Althesa Androva

Abstract


Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.



Full Text:

PDF

References


Marlena, B. (2012, September). Kajian Pengelolaan Sub DAS Garang Hulu terhadap Kualitas Air Sungai. In Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Ibrahim, B., & Suptijah, P. (2009). The Utilization of Chitosan on Fishery Industrial Wastewater Treatment. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 12(2).

Syofyan, I., & Nasution, P. (2012). Studi Kualitas Air Untuk Kesehatan Ikan Dalam Budidaya Perikanan Pada Aliran Sungai Kampar Kiri. Jurnal Perikanan Dan kelautan, 16(01).

Brontowiyono, W., Kasam, K., Ribut, L., & Ike, A. (2013). Strategi Penurunan Pencemaran Limbah Domestik di Sungai Code DIY. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 5(1), 36-47.

Kurniasih, N. (2002). Pengelolaan DAS Citarum berkelanjutan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 3(2), 82-91.

Hidayah, A. M., Purwanto, P., & Soeprobowati, T. R. (2014). Biokonsentrasi faktor logam berat Pb, Cd, Cr dan Cu pada ikan nila (Oreochromis niloticus Linn.) di karamba Danau Rawa Pening. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 16(1), 1-9.

Ratnapuri, V. V., Zainuri, M., Widowati, I., & Supriyanto, J. (2013). Kesuburan Perairan Berdasarkan Struktur Komunitas Fitoplankton Dalam Memprediksi Daerah Penangkapan Kerang Simping (Amusium Pleuronectes) Di Perairan Pemalang.

Prabowo, R., & Subantoro, R. (2012). Kualitas Air dan Beban Pencemaran Pestisida di Sungai Babon Kota Semarang. Mediagro, 8(1).

Warman, I. (2017). Uji kualitas air muara sungai Lais untuk perikanan di Bengkulu Utara. Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan, 13(2), 24-33.

Zonneveld, N., Huisman, E. A., & Boon, J. H. (1991). Prinsip-prinsip budidaya ikan. PT Gramedia Pustaka Utama.

Rahmawati, R., Fitria, L., & Syafitri, L. (2017). Correlation of Physical-Chemical Parameters to Total Coliform Value in Jawi River, Pontianak, West Kalimantan. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 9(2), 370-379.

Kurniawati, S., Nurjazuli, N., & Raharjo, M. (2017). Risiko Kesehatan Lingkungan Pencemaran Logam Berat Kromium Heksavalen (Cr VI) pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Aliran Sungai Garang Kota Semarang. Higiene: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3(3), 152-160.

Usman, S., La Nafie, N., & Ramang, M. (2013). Distribusi kuantitatif logam berat Pb dalam air, sedimen dan ikan merah (Lutjanus erythropterus) di sekitar perairan pelabuhan Parepare. Marina Chimica Acta, 14(2).

Gitarama, A. M., Krisanti, M., & Agungpriyono, D. R. (2016). Komunitas Makrozoobentos dan Akumulasi Kromium di Sungai Cimanuk Lama, Jawa Barat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 21(1), 48-55.

Bakti, L. M. (2010). Study of tidal inundation potential at Semarang City and its solutions. Diponegoro University.

Kędra, M., & Wiejaczka, L. (2018). Climatic and dam-induced impacts on river water temperature: Assessment and management implications. Science of the Total Environment, 626, 1474-1483.

Aburto-medina, A., Shahsavari, E., Salzman, S. A., Kramer, A., Ball, A. S., & Allinson, G. (2019). Elucidation of the microbial diversity in rivers in south-west Victoria, Australia impacted by rural agricultural contamination (dairy farming). Ecotoxicology and Environmental Safety, 172, 356–363.

Puspitasari, D. E. (2009). Dampak pencemaran air terhadap kesehatan lingkungan dalam perspektif hukum lingkungan (Studi kasus sungai Code di Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan dan Kelurahan Prawirodirjan Kecamatan Gondomanan Yogyakarta). Mimbar Hukum-Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 21(1), 23-34.

Tampubolon, R., Sanim, B., Saeni, M., & Boer, R. (2012). Analysis of Environmental Quality Changes of Citarum Watershed of West Java and their Effects on Operational Costs of Hydroelectric Power Plans and the Regional Drinking Water Companies (Case Study at Saguling, Cirata, and Jatiluhur Hydroelectric Power Pl.

BenDor, T. K., Jordanova, T. V., & Miles, B. (2017). A geospatial analysis of land use and stormwater management on fecal coliform contamination in North Carolina streams. Science of The Total Environment, 603, 709-727.

Reder, K., Flörke, M., & Alcamo, J. (2015). Modeling historical fecal coliform loadings to large European rivers and resulting in-stream concentrations. Environmental Modelling & Software, 63, 251-263.

Widiyanti, N. L. P., & Ristiati, N. P. (2004). Qualitative analysis of coliform bacteria at some shops refilled drinking water in Singaraja Bali. Jurnal Ekologi Kesehatan, 3(1), 64-73.

Pakpahan, R. S., Picauly, I., & Mahayasa, I. N. W. (2015). Cemaran Mikroba Escherichia coli dan Total Bakteri Koliform pada Air Minum Isi Ulang. Kesmas: National Public Health Journal, 9(4), 300-307.

Divya, A. H., & Solomon, P. A. (2016). Effects of some water quality parameters especially total coliform and fecal coliform in surface water of Chalakudy river. Procedia Technology, 24, 631-638.

An, Y. J., Kampbell, D. H., & Breidenbach, G. P. (2002). Escherichia coli and total coliforms in water and sediments at lake marinas. Environmental Pollution, 120(3), 771-778.

Hong, H., Qiu, J., & Liang, Y. (2010). Environmental factors influencing the distribution of total and fecal coliform bacteria in six water storage reservoirs in the Pearl River Delta Region, China. Journal of Environmental Sciences, 22(5), 663-668.

Ujianti, R. M. D., Anggoro, S., Bambang, A. N., Purwanti, F. & Androva, A. (2019). Environmental Study on Phytoplankton in Garang Watershed, Central Java, Indonesia and Its Water Quality, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 246, 012070.




DOI: https://doi.org/10.26877/asset.v1i1.4877

Refbacks

  • There are currently no refbacks.