Pengembangan Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Sebagai Desa Tangguh Bencana
Abstract
Datar Village is one of the 19 villages in the Sub-District of Sumbang, Banyumas Regency. The village is located in a mountainous area so that this area is an area for tourism and education development. The Datar Village area has a fairly high vulnerability to disasters, especially volcanic eruptions, namely Mount Slamet, in addition to several impacts that may occur as a result of the rainy season, namely landslides and tornadoes. For this reason, the solution offered to solve problems in Datar Village is to develop a business that aims to encourage community participation in natural disaster management independently through a Datar Village Development Program, Sumbang District, Banyumas Regency as a Disaster Resilient Village. The method of activity is carried out in collaboration with the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Banyumas Regency with a socialization approach, limited discussion, and playing a role in disaster management. The activity was attended by 30 participants of Disaster Management Volunteers from representatives of each RT, Community Control Unit (Linmas), and village officials. The results of community service activities consist of the formation of a Datar Village Disaster Management Volunteer board chaired by Rilam Azis, an increase in volunteer knowledge of the concepts of Disaster Resilient Families (Katana) and Disaster Resilient Villages (Destana), and volunteers have disaster management action skills.
Desa Datar adalah salah satu desa dari 19 desa di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Desa tersebut berada di daerah pegunungan sehingga wilayah ini merupakan daerah wilayah pengembangan wisata dan pendidikan. Wilayah Desa Datar memiliki kerawanan yang cukup tinggi terhadap bencana terutama bencana erupsi gunung berapi yaitu Gunung Slamet, disamping beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat dari musim hujan yakni tanah longsor, dan puting beliung.  Untuk itu solusi yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahan di Desa Datar adalah mengembangkan sebuah usaha yang bertujuan mendorong peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana alam secara mandiri melalui sebuah Program Pengembangan Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas sebagai Desa Tangguh Bencana. Metode kegiatan dilaksanakan melalui kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas dengan pendekatan sosialisasi, diskusi terbatas, dan bermain peran dalam penanggulangan bencana. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta Relawan Penanggulangan Bencana berasal dari perwakilan tiap RT, satuan Pengendalian Masyarakat (Linmas), dan perangkat desa. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari terbentuknya pengurus Relawan Penangulangan Bencana Desa Datar yang diketuai oleh Rilam Azis, adanya peningkatan pengetahuan relawan terhadap konsep Keluarga Tangguh Bencana (Katana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana) , dan relawan memiliki ketrampilan tindakan penanggulangan bencana.
Â
Keywords
Full Text:
PDFReferences
BNPB, 2014, Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2015-2019, Jakarta
__________, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
__________, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
Depkes, 2006. Buku Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga. Jakarta
Febriana , Didik Sugiyanto , Yusya Abubakar, 2015, Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Siaga Bencana Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, Jurnal Ilmu Kebencanaan (JIKA) ISSN 2355-3324 Volume 2, No. 3, Agustus 2015 Pascasarjana Universitas Syiah Kuala
DOI: https://doi.org/10.26877/jpom.v3i2.10184
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM)





