PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU
Abstract
Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.
Full Text:
PDFReferences
Algriyani, A. (2020). Remarks on the translation of noun phrase ellipsis from English into Arabic. Arab World English Journal for Translation and Literary Studies, 4(1), 24–36. https://doi.org/10.24093/awejtls/vol4no1.3.
Arhire, M. (2018). The translation of ellipsis as identity marker in the literary dialogue. Acta Universitatis Sapientiae, Philologica. Sciendo. https://doi.org/10.2478/ausp-2018-0025.
Butler, C.S. (2003). Structure and function - a guide to three major atructural-functional theories I approaches to the simplex clause. John Benjamins Publishing Company. (Vol. 63, p. 570). https://doi.org/10.1075/slcs.63.
Catford, J.C. (1965). A linguistic theory of translation. Oxford University Press.
Halliday, M. A. K. & Hasan, R. (2014). Cohesion in English. Cohesion in English (pp. 1–374). Taylor and Francis. https://doi.org/10.4324/9781315836010
Hatim, B. (2001). Teaching and researching translation. Internatinal Journal of Translation Studies, 32. https://doi.org/10.1075/target.16.1.15gil.
Tanjung, M. (2011). The translation strategy of common expressions from English to Indonesian. Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka.
McShane, M.J. (2005). A theory of ellipsis. Oxford University Press.
Nezam, A & Pirnajmuddin, H. (2012). Translation of ellipsis as a stylistic feature: Hemingway’s the old man and the sea and its Persian translations. Journal of Language Teaching and Research. 3, (6), pp. 1250-1257.
DOI: https://doi.org/10.26877/lej.v1i1.9402
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Linguistics and Education Journal
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) telah terindeks pada:
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) by LPP Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.


.png)









