Peningkatan pH air asam dengan kompos daun ubi kasesa (Manihot sp.) untuk kegiatan akuakultur

Hani Sintiya, Eva Prasetiyono, Endang Bidayani

Abstract


ABSTRAK

Ubi kasesa yang banyak terdapat di Pulau Bangka memiliki daun yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos untuk meningkatkan pH air dalam akuakultur. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan menentukan dosis terbaik kompos daun ubi kasesa terhadap kenaikan pH air akuakultur. Metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tunggal dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis kompos daun ubi kasesa yang digunakan adalah 0 g/L (P0), 1,25 g/L (P1), 2,25 g/L (P2), 3,25 g/L (P3). Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh nyata penggunaan kompos daun ubi kasesa terhadap kenaikan pH air. Nilai pH air awal sebesar 3,6 meningkat masing-masing 5,83±0,06, 7,07±0,06, 7,23±0,12, 7,37±0,06 pada P0, P1, P2, dan P3 setelah diberikan kompos daun ubi kasesa. Air yang diberi kompos tersebut selanjutnya digunakan untuk pemeliharaan ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis kompos daun ubi kasesa terbaik adalah P3 dengan dosis kompos sebesar 3,25 g/L.

 

Kata kunci: akuakultur;  kompos; pH air; ubi kasesa

 

 

ABSTRACT

Many kasesa tuber is grown in Bangka where the leaves can be used as raw material for making compost to increase pH in aquaculture. This study aims to analyze the effectiveness and determine the best dose of “kasesa” leaves compost to increase the pH for aquaculture activities.This study used an experimental method with a Single Randomized Complete Design (CRD). The treatments consisted of 4 treatments and 3 replications. The doses compost were 0 g/L (P0), 1,25 g/L (P1), 2,25 g/l (P2), 3,25 g/L (P3). The results showed that composting was effective in raising the pH of acidic water. The initial pH of water is 3.6. After being given kasesa leaves compost, the result of pH water for P0, P1, P2, and P3 were 5,83±0,06; 7,07±0,06; 7,23±0,12; 7,37±0,06; respectively. This study showed that the best level of “kasesa” leaves compost was 3.25 g/L.

 

Keywords: aquaculture; compost; kasesa tuber; water pH


Full Text:

PDF

References


Amarwati, H., Subandiyono, & Pinandoyo. (2015). Pemanfaatan tepung daun singkong (Manihot utilissima) yang difermentasi dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Journal of Aquaculture Management and Technology, 4(2), 51–59. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jamt/article/view/8542

Ardita, N. (2013). Pertumbuhan dan Rasio Konversi Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Penambahan Probiotik (Skripsi, Universitas Negeri Sebelas Maret). Retrieved from https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/34037/ Pertumbuhan-Dan-Rasio-Konversi-Pakan-Ikan-Nila-Oreochromis-Niloticus-Dengan-Penambahan-Probiotik

Astuti, L. P., & Pratiwi, N. T. (2016). Pengaruh aerasi injeksi udara terhadap beberapa parameter kualitas air di lokasi budidaya ikan Waduk Ir. H. Djuanda Lismining. Omni Akuatika, 12(3), 71–78. http://dx.doi.org/10.20884/1.oa.2016.12.3.127

Atmojo, S. W. (2003). Peranan bahan organik terhadap kesuburan tanah dan upaya pengelolaannya. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Chien, S. C., Huang, C., & Wang, M. (2003). Analytical and spectroscopic characteristics of refuse compost-derived humic substances. International Journal of Applied Science and Engineering, 1(1), 62–71. https://doi.org/10.6703/IJASE.2003.1(1).62

Dhiba, A. A. F., Syam, H., & Ernawati. (2019). Analisis kualitas air pada kolam pendederan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan penambahan tepung daun singkong (Manihot utillisima) sebagai pakan buatan. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 5, 131–144. https://doi.org/10.26858/jptp.v5i0.8569

Hermana, J., & Nurhayati, E. (2006). Potensi kompos sebagai media penukar ion untuk mereduksi logam berat dalam air limbah. Jurnal Purifikasi, 7(2), 169–174. https://doi.org/10.12962/j25983806.v7.i2.258

Kordi, K. M. G. H., & Tancung, A. B. (2007). Pengelolaan kualitas air dalam budidaya perairan. Jakarta: Rinneka Cipta.

Kusmini, I. I., Gustiano, R., & Putri, F. P. (2014). Hubungan panjang dan bobot ikan nila lokal, Best F5 dan F6 di Pangkep, Sulawesi Selatan pada umur 60 hari pemeliharaan. Berita Biologi, 13(2), 121–126. https://doi.org/10.14203/beritabiologi.v13i2.685

Lekang, O. (2007). Aquaculture engineering. Oxford: Blackwell Publishing.

Mudjiman, A. (2002). Makanan ikan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Muttaqin, Z., Dewiyanti, I., & Aliza, D. (2016). Kajian hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan belanak (Mugil cephalus) yang tertangkap di Sungai Matang Guru, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 1(3), 397–403. http://jim.unsyiah.ac.id/fkp/article/view/1654

Panggabean, T. K., Sasanti, A. D., & Yulisman. (2016). Kualitas air, kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan efisiensi pakan ikan nila yang diberi pupuk hayati cair pada air media pemeliharaan. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 4(1), 67–79. https://doi.org/10.36706/jari.v4i1.4427

Pasaribu, F. M., Usman, N., & Leidonald, R. (2016). Pengaruh padat tebar tinggi dengan penggunaan nitrobacter terhadap pertumbuhan ikan lele. Jurnal Aquacoastmarine, 12(2), 1–10. https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/ detail/1431967

Prasetiyono, E. (2015). Kemampuan kompos dalam menurunkan kandungan logam berat timbal (Pb) pada media budidaya ikan. Jurnal Akuatika, 6(1), 21–29. http://jurnal.unpad.ac.id/akuatika/article/view/5961

Simamora, J. A., Rauf, A., Marpaung, P., & Jamilah. (2016). Perbaikan sifat kimia tanah sawah akibat pemberian bahan organik pada pertanaman semangka (Citrullus lanatus). Jurnal Agroteknologi, 4(4), 2196–2201. https://doi.org/10.32734/jaet.v4i4.13417

Standar Nasional Indonesia. (2009). Produksi ikan nila (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas pembesaran di kolam air tenang. Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Supono. (2015). Manajemen lingkungan untuk akuakultur. Sleman: Plantaxia-Graha Ilmu.

Tpb, D. H., Sasanti, A. D., & Taqwa, F. H. (2015). Pengaruh penambahan pupuk hayati cair dengandosis berbeda terhadap kelangsungan hidup benih ikan lele (Clarias sp.). Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 3(2), 62–69. https://doi.org/10.36706/jari.v3i2.4442

Widyatmoko, Effendi, H., & Pratiwi, N. T. (2019). Pertumbuhan dan sintasan ikan nila, Oreochromis niloticus (Linnaeus, 1758) pada sistem akuaponik dengan padat tanaman vetiver (Vetiveria zizanioides L . Nash) yang berbeda. Jurnal Ektiologi Indonesia, 19(1), 157–166. https://doi.org/10.32491/jii.v19i1.346




DOI: https://doi.org/10.26877/bioma.v10i1.6310

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal has been indexed by:

 


Web
Analytics View My Stats



Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi by Biology Education  Universitas PGRI Semarang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.