Efektivitas ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap jamur Pityrosporum ovale

Sri Lestari Ramadhani Nasution, Sri Wahyuni Nasution, Ali Napiah Nasution

Abstract


ABSTRAK

Daun salam (Syzygium polyanthum) banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dan konsentrasi efektif dari ekstrak daun salam (S. polyanthum) terhadap Pityrosporum ovale. Pengujian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dan metode pengujian antijamur dengan metode disc diffusion. Data diolah dengan SPPS versi 23. Konsentrasi ekstrak daun salam (S. polyanthum) yang digunakan yakni 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi antimikroba pada semua konsentrasi ekstrak daun salam (S. polyanthum) yang ditunjukkan dengan zona bening di sekitar paper disk. Zona bening terbesar adalah 18,2 mm dan 15,03 mm diperoleh dari ekstrak daun salam (S. polyanthum) dengan konsentrasi 100%.

 

Kata kunci: antifungi; disc diffusion; Pityrosporum ovale; Syzygium polyanthum

 

ABSTRACT

Effectiveness of salam leaves (Syzygium polyanthum) extract against Pityrosporum ovale

Bayleaf (Syzygium polyanthum) is a plant that is used as a traditional medicine to treat various diseases. One of them is as an antimicrobial. This study aims to determine the antimicrobial activity and effective concentration of bayleaf extract against P. ovale. This research use a factorial completely randomized design and the antifungal disc diffusion method. The data were processed using SPPS version 23. The bayleaf (S. polyanthum) extract concentrations are 25%, 50%, 75%, and 100%. The results showed the presence of antimicrobial potential in all concentration of bayleaf (S. polyanthum) extracts indicated by the clear zone around the paper disk. The largest clear zones were 18.2 mm and 15.03 mm obtained 100% bayleaf (S. polyanthum) extracts.

 

Keywords: antifungus; disc diffusion; Pityrosporum ovale; Syzygium polyanthum


Full Text:

PDF

References


Andriani, C. R., Oesman, F., & Nursanty, R. (2016). Uji zona hambat ekstrak etil asetat daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 16(1), 1-5. http://e-repository.unsyiah.ac.id/JKS/article/view/3936

Azzahra, F., Almalik, E. A., & Sari, A. A. (2019). Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus. Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 4(2), 1-10. https://doi.org/10.37089/jofar.v0i0.63

BPOM RI. (2013). Laporan Tahunan 2013 Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Jakarta: Badan POM RI

Debnath, B., Singh, W. S., Das, M., Goswami, S., Singh, M. K., Maiti, D., & Manna, K. (2018). Role of plant alkaloids on human health: A review of biological activities. Chemistry, 9, 56-72. https://doi.org/10.1016/j.mtchem. 2018.05.001

Debonne, E., Bockstaele, F. V., Samapundo, S., Eeckhout, M., & Devlieghere, F. (2018). The use of essensial oils as natural antifungal preservatives in bread products. Journal of Essential Oil Research, 30(5), 1-10. https://doi.org/10.1080/10412905.2018.1486239

Evendi, A.. (2017). Uji fitokimia dan anti bakteri ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli secara in vitro. Mahakam Medical Laboratory Technology Journal, 2(1), 1-9. http://ejournalanalis.poltekkes-kaltim.ac.id/ojs/index.php/Analis/article/ view/26

Hassanzadeh, P., Bahmani, M., & Mehrabani, D. (2008). Bacterial resistance to antibiotics in Acne vulgaris: An in vitro study. Indian Journal of Dermatology, 53(3), 122-124. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/ PMC2763741/

Heinrich, M., Barnes, J., Gibbons, S., & Williamson, E. M. (2009). Farmakognosi dan fitoterapi. Diterjemahkan oleh Syarief, W. R., Aisyah, C., Elviana, E., & Fidiasari, E. R. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Ismiyati, N. & Lestari, T. (2014). Pengembangan formulasi masker ekstrak air daun alpukat (Persea americana Mill.) sebagai antibakteri Staphylococcus aureus untuk pengobatan jerawat. Pharmacia, 4(1), 45-52. http://dx.doi.org/10.12928/ pharmaciana.v4i1.397

Qin, S. & Sihotang, S. (2020). Efektivitas ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill) terhadap Propionibacterium acnes dan Pityrosporum ovale. Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik), 3(2), 75-81. https://www.ojsfkuisu.com/index.php/stm/article/view/51/35

Ruiz-Herrera, J. & Ortiz-Castellanos, L. (2019). Cell wall glucans of fungi: A review. The Cell Surface, 5, 1-14, https://doi.org/10.1016/j.tcsw.2019.100022

Warnida, H. & Sukawaty, Y. (2016). Efektivitas ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) sebagai pengawet alami antimikroba. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 227-234. https://doi.org/10.36387/jiis.v1i2.53




DOI: https://doi.org/10.26877/bioma.v10i1.6746

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal has been indexed by:

 


Web
Analytics View My Stats



Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi by Biology Education  Universitas PGRI Semarang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.