DRAMATURGI UPACARA SURO DI KABUPATEN MAGELANG DALAM PERSPEKTIF PERFORMANCE STUDIES

Nanik Setyawati, Nuning Zaidah, Siti Fatimah

Abstract


Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk/wujud dan puncak performativitas Upacara Suro di Kabupaten Magelang. Digunakan kajian performance untuk mengetahui bentuk/wujud dan puncak performativitas Upacara Suro atau Suran. Berdasarkan penelitian, dapat dikemukakan beberapa hal, yaitu Upacara Suran dalam konteks “is” dan “asperformance.Keduanya dipandang secara dramaturgis.Dalam konteks is performance, Upacara Suran merupakan sebuah aktivitas yang memiliki struktur maupun tekstur. Sementara itu, dalam konteks as performance, Upacara Suran dipahami sebagai proses yang terus berjalan dan berubah serta terjadi karena interaksi dari berbagai pihak yang berada dalam tatanan masyarakat secara keseluruhan dan dapat dianggap sebagai usaha pemertahanan dan pelestarian budaya yang melibatkan berbagai unsur untuk mendapatkan legitimasi dari masyarakat yang terlibat dalam praktik upacara.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa puncak performativitas Upacara Suran merupakan klimaks sebuah social drama, klimaksnya terjadi saat perebutan gunungan. Oleh karena itu, Upacara Suran merupakan sebuah bentuk performance yang memiliki fungsi untuk menjalin solidaritas.


Full Text:

PDF

References


Adib, Ahmad. 2003. Makna dan Fungsi Simbolik Gunungan Garebeg Maulid Surakarta (Kajian Aspek Kesenirupaan): Tesis sebagai bagian untuk memperoleh gelar sarjana S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadja Mada, 2002, Atlas Kabupaten Magelang. Magelang: Pemda Kabupaten Magelang.

Bandem, I Made dan Sal Murgiyanto. 1996.Teater Daerah Indonesia.Yogyakarta: Kanisius.

Bourdieu, Pierre. 1994.Distinction; Social Critique of the Judgement of Taste, terj. Richard Nice. London: Routledge.

Carlson, Marvin. 1998.Performance, a Critical Introduction. London and New York: Routledge.

De Marinis, Marco. 1993.The Semiotics of Performance, terj. Aine O’Heady. Bloomington and Indianapolis: Indiana University Press.

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Geertz, Clifford. 1989. Santri, Abangan, Priyayi dalam Masyarakat Jawa, terj. Ahmad Mahasin. Jakarta: Pustaka Jaya.

Gottschalk, Louis. 1986. Mengerti Sejarah, terj. Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI-Press.

Harymawan, RMA. 1993. Dramaturgi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hauser, Arnold. 1982.The Sociology of Art terj. Kenneth J Northcott. Chicago and London: The University of Chicago Press.

Holt, Claire. 2000. Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia, terj, R.M. Soedarsono. Bandung: MSPI.

Jandra, M. et al. 1991. Perangkat / Alat-Alat dan Pakaian Serta Makna Simbolis Upacara Keagamaan di Lingkunagn Keraton. Yogyakarta, Jakarta: Sepratemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kayam, Umar. 1999. “Nilai-Nilai Tradisi, Dan Teater Kontemporer Kita” dalam Teater Indonesia; Konsep, Sejarah, Problema. Ed. Tommy F Awuy. Jakarta: DKJ.

Kernodle, George R. 1967. Invitation to the Theatre. USA: Harcourt, Brace & World. Inc.

Koentjaraningrat. 1980. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Macgowan, Kenneth dan William Melnitz. 1955. The Living Stage. USA: Prentice Hall.

Pringgawidagda, Suwarna. 2006. Tata Upacara dan Wicara pengantin Gaya Yogyakarta. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Sahid, Nur. 2004. Semiotika Teater. Yogyakarta: BP ISI.

—————,2008. Sosiologi Teater. Yogyakarta: Prasista.

Schechner, Richard. 1994. Enviromental Theater. New York and London: Applause Book.

—————.1995. The Future of Ritual. London: Routledge.

—————.2006. Performance Studies, An Introduction. New York and London: Routledge.

—————. 2007. Performance Theory.London and New York: Routledge.

————— dan Willa Appel, ed. 2001. By Means of Performance. Cambridge, Melbourne, and New York: Cambridge Unversity Press.

Soemanto, Bakdi. 2000. Godot di Amerika dan Indonesia, Suatu Studi Banding. Jakarta: Grasindo.

Sumardjo, Jakob. 1997. Perkembangan Teater dan Drama Indonesia. Bandung: STSI Press.

—————. 2000.Filsafat Seni. Bandung: Penerbit ITB.

—————. 2006. Estetika Paradoks. Bandung: Sunan Ambu Press.

Winangun, Y.W. Wartaya. 1990. Masyarakat Bebas Struktur; Liminalitas dan Komunitas Menurut Victor Turner. Penerbit Kanisius: Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.26877/jisabda.v1i2.4747

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JISABDA Indexed by:

    


Copyright of JISABDA 2715-7563 (media online) and 2715-6281 (media cetak)

Creative Commons License
JISABDA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.