PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU

Nadia Oktasavira

Abstract


Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.



Keywords


literacy; local wisdom; natural and social science; wordwall

Full Text:

PDF

References


Ali, (2010). Konsep dukungan keluarga. Jakarta : Salemba Medika

Baron, R.A dan Byrne, D. (2005). Psikologi sosial. Edisi Kesepuluh: jilid 2. Jakarta: Erlangga

Caprara, G.V. & Patrizia Steca. (2007). Prosocial Agency: The Contribution of Values and Self-Efficacy Beliefs to Prosocial Behavior Across Ages. Journal of Social and Clinical Psychology: Vol.26,No.2,pp.218-239.

https://doi.org/10.1521/jscp.2007.26.2.218

Dariyo, Agoes. (2004). Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: Grasindo

Dayaksini, Tri & Hudaniah. (2009). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press.

Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Do, Kathy T., Joao F. Guassi Moreira & Eva H. Telzer (2017). But Helping You Worth the Risk? Defining Prosocial Risk Talking in Adolescence. Developmental Cognitive Neuroscience 25 by : Elsevier, 260-271

https://doi.org/10.1016/j.dcn.2016.11.008

Esmoda. (2011). Penanaman Nilai-nilai Kejujuran dalam Menyiapkan Karakter Bangsa. Jurnal Inovasi.

Friedman, M. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga: riset, teori, dan praktek. Edisi ke-5. Jakarta: EGC

Gunarsa, Singgih D. (2008). Psikologi Anak: Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Kurnianingsih, E. (2014). Hubungan kelekatan aman dengan ibu dan kecerdasan emosi dengan intensi prososial remaja. Tesis. Universitas Gadjah Mada

Langer, M. (2004). Attachment and perfectionism : a structural equation analysis. The University of North Carolina

Mc Cartney, K., Dearing, R. (2002). Cild development. Neil J. Salkind. Macmillan Reference USA

Nikmatu R. (2010). Pengaruh gaya kelekatan terhadap penyesuaian sosial mahasiswa baru. Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Skripsi. UIN Maulana Ibrahim Malang.

Putra&Rustika. (2015). Hubungan Antara Perilaku Menolong Dengan Konsep Diri Pada Remaja Akhir yang Menjadi Anggota Tim Bantuan Medis Janar Duta Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal Psikologi Udayana. Vol 2 No. 2

Retnaningsih. (2005). Peranan Kualitas Attachment, Usia dan Gender pada Perilaku Prososial. Proceding Seminar Nasional PESAT. Jakarta: Fakultas Psikologi. Universitas Gunadarma

Rini, Jancita. F. (2002). Problem kelekatan. www.epsikologi.com. Diakses pada 16 Mei 2020

Santrock. (2007). Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Santrock, J. W. (2002). Life-span development. Jilid 2 (terjemahan chusairi achmad dan damanik judo). Jakarta: Erlangga.

Sarwono, Sarlito W & Eko A Meinarno. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika

Shocib, Moh. (2010). Pola Asuh Orang Tua (Dalam Membantu Anak Mengembangkan Displin Diri Sebagai Pribadi Yang Berkarakter). Jakarta: Rineka Cipta.

Soetjiningsih. (2012). Perkembangan Anak dan Permasalahannya dalam Buku Ajar I Ilmu Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Sagungseto.

Syafirman & Wirawan. (2002). Perbedaan Orientasi Nilai dan Perilaku Prososial antara Suku Bangsa Melayu dan Suku Bangsa Tionghoa. Depsos.

Tambunan, Siti Marliah., & Retnaningsih. (2007). Peranan Kualitas Attachment, Usia, dan Jender Pada Perilaku Prososial. Jurnal Penelitian Psikologi, 12,1,120-129

Yoleri, Sibel dan Serdal Seven. (2014). Analyzing Effect Of Age And Sex Differences On Prosocial Behavior Of Preschool Children. International Journal of Social Science. No 29 hal 261-270 https://doi.org/10.9761/JASSS2425




DOI: https://doi.org/10.26877/empati.v8i1.7978

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Indexing :

  

 


Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas PGRI Semarang
Jl. Lontar No.1 - Sidodadi Timur, Dr. Cipto, Semarang

Dr. Dini Rakhmawati, M.Pd.
Email: dinirakhmawati@upgris.ac.id

View Empati : Jurnal Bimbingan dan Konseling Stats