Nilai-Nilai dalam Tembang Jawa Modern dan RelevansinyaBagi Pendidikan Karakter: Kajian Semiotika Budaya

Mardiyansyah Mardiyansyah, Bambang Sulanjari, Yuli Kurniati Werdiningsih

Abstract


Tembang  Jawa  modern  merupakan  produk  negosiasi  budaya  yang  memadukan  estetika tradisional dengan  ekspresi  kontemporer.  Penelitian  ini  bertujuan  menganalisis  nilai-nilai semiotik  dalam  tembang  Jawa  modern  berbahasa  Jawa  serta  relevansinya  bagi  pendidikan karakter di era digital. Kajian ini menggunakan pendekatan semiotika budaya Roland Barthes yang dipadu dengan analisis wacana kritis untuk membedah tanda, mitos, dan ideologi yang tertanam dalam lirik tembang Jawa modern. Data penelitian bersumber dari korpus tembang Jawa modern berbahasa Jawa yang telah terdokumentasi dalam berbagai penelitian terdahulu, meliputi karya-karya musisi seperti Didi Kempot, Ndarboy Genk, dan Guyon Waton yang telah diteliti  secara  ilmiah.  Analisis  dilakukan  melalui  tiga  tahapan:  identifikasi  tanda  denotatif, dekonstruksi  makna  konotatif,  dan  pembacaan  mitos  budaya.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa tembang Jawa modern mengandung empat strata nilai utama: nilai religius-sufistik, nilai moral-etis,    nilai    sosial-humanistik,    dan    nilai    kultural-identitas.    Nilai-nilai    tersebut termanifestasi  melalui   sistem  tanda  linguistik  dan  paralinguistik  yang  kompleks,  serta berpotensi  menjadi  wahana  pendidikan  karakter  yang  efektif  apabila  diintegrasikan  secara sistematis  ke  dalam  kurikulum  pendidikan.  Penelitian ini  berkontribusi  pada  pengembangan model  pembelajaran  berbasis  kearifan  lokal  yang  kontekstual  dan  relevan  bagi  generasi milenial.

Keywords


embang Jawa modern, semiotika budaya, nilai pendidikan karakter, negosiasi budaya, kearifan lokal

Full Text:

PDF

References


Arum, D. P. (2020). Lelo Ledhung: Representasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam tembang Jawa pengantar tidur untuk anak. Prosiding Literasi dalam Pendidikan di Era Digital untuk Generasi Milenial. Fakultas Pertanian UPN Veteran, 171–180.

Balai Bahasa Yogyakarta. (2001). Kamus Besar Bahasa Jawa (Bausastra Jawa). Kanisius.

Barthes, R. (1972). Mythologies (A. Lavers, Trans.). Hill and Wang. (Original work published 1957).

Barthes, R. (1977). Image-music-text (S. Heath, Trans.). Fontana Press.

Dewantara, K. H. (1964). Kebudajaan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Dewi, R. S. (2018). Pembelajaran tembang Jawa sebagai media penanaman nilai karakter siswa SD. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 145–157. https://doi.org/10.21831/jpk.v8i2.21477

Fauzi, A., & Kurniawan, B. (2021). Kritik sosial dalam lirik lagu Guyon Waton: Kajian semiotik. Jurnal Bahasa dan Sastra Jawa, 10(1), 55–70.

Hall, S. (1993). Encoding/decoding. In S. During (Ed.), The cultural studies reader (pp. 90–103). Routledge.

Handayani, T. (2022). Nilai-nilai pendidikan dalam tembang Ibu karya Ndarboy Genk: Kajian hermeneutika. Jurnal Penelitian Humaniora, 23(1), 78–91.

Herawati, S. H. (2010). Nilai-nilai yang terkandung dalam apresiasi tembang-tembang Jawa. Jurnal Seni Budaya, 8(2), 111–121.

Kemendikbud. (2017). Konsep dan pedoman penguatan pendidikan karakter. Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Kemendikbud.

Ki Hadjar Dewantara. (1994). Kebudayaan (bagian II). Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Middleton, R. (1990). Studying popular music. Open University Press.

Nurhayati, E. (2020). Nilai ketuhanan dalam lirik lagu Banyu Langit karya Didi Kempot: Tinjauan semiotika. Jurnal Lingua Cultura, 14(1), 45–56. https://doi.org/10.21512/lc.v14i1.6241

Poerwadarminta, W. J. S. (1939). Baoesastra Djawa. J. B. Wolters.

Prabowo, A., & Astuti, D. (2020). Representasi nilai sosial dan afektif dalam lagu-lagu Didi Kempot: Analisis wacana kritis. Jurnal Kajian Budaya, 16(2), 88–104.

Prawirodisastra, S. (1991). Bahasa Jawa dalam seni tembang macapat. Makalah Kongres Bahasa Jawa Semarang, 15–20 Juli 1991.

Rahmawati, S. (2019). Spiritualitas Islam-Jawa dalam lagu-lagu Cak Nun (Emha Ainun Nadjib): Kajian semiotika budaya. Jurnal Theologia, 30(2), 201–224. https://doi.org/10.21580/teo.2019.30.2.3877

Setiawan, D. (2021). Dekonstruksi makna dalam tembang campursari Didi Kempot: Sebuah tinjauan semiotika Roland Barthes. Jurnal Humaniora, 33(1), 1–14. https://doi.org/10.22146/jh.62498

Setyaningsih, N. R. (2015). Makna budaya tembang Tak Lela-Lela Ledhung: Sebuah tinjauan etnolinguistik. Prosiding Lokakarya Hasil Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 7–9 Oktober 2015.

Sudaryanto. (2018). Fenomena alih kode dan campur kode dalam tembang Jawa kontemporer. Jurnal Widyaparwa, 46(2), 169–182.

Suyadi. (2013). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.

Widyastuti, A. (2019). Praktik penerimaan tembang campursari di kalangan generasi milenial Yogyakarta. Jurnal Seni Budaya, 34(1), 33–47.

Widyastuti, A. (2021). Identitas hibrid dalam musik Ndarboy Genk: Negosiasi Jawa dan modernitas. Jurnal Kajian Seni, 7(2), 145–162. https://doi.org/10.22146/jks.61842




DOI: https://doi.org/10.26877/kaloka.v3i2.12319

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah telah terindeks pada:

         

Creative Commons License

Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah by LPPM Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.