Nilai-Nilai dalam Tembang Jawa Modern dan RelevansinyaBagi Pendidikan Karakter: Kajian Semiotika Budaya
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arum, D. P. (2020). Lelo Ledhung: Representasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam tembang Jawa pengantar tidur untuk anak. Prosiding Literasi dalam Pendidikan di Era Digital untuk Generasi Milenial. Fakultas Pertanian UPN Veteran, 171–180.
Balai Bahasa Yogyakarta. (2001). Kamus Besar Bahasa Jawa (Bausastra Jawa). Kanisius.
Barthes, R. (1972). Mythologies (A. Lavers, Trans.). Hill and Wang. (Original work published 1957).
Barthes, R. (1977). Image-music-text (S. Heath, Trans.). Fontana Press.
Dewantara, K. H. (1964). Kebudajaan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Dewi, R. S. (2018). Pembelajaran tembang Jawa sebagai media penanaman nilai karakter siswa SD. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 145–157. https://doi.org/10.21831/jpk.v8i2.21477
Fauzi, A., & Kurniawan, B. (2021). Kritik sosial dalam lirik lagu Guyon Waton: Kajian semiotik. Jurnal Bahasa dan Sastra Jawa, 10(1), 55–70.
Hall, S. (1993). Encoding/decoding. In S. During (Ed.), The cultural studies reader (pp. 90–103). Routledge.
Handayani, T. (2022). Nilai-nilai pendidikan dalam tembang Ibu karya Ndarboy Genk: Kajian hermeneutika. Jurnal Penelitian Humaniora, 23(1), 78–91.
Herawati, S. H. (2010). Nilai-nilai yang terkandung dalam apresiasi tembang-tembang Jawa. Jurnal Seni Budaya, 8(2), 111–121.
Kemendikbud. (2017). Konsep dan pedoman penguatan pendidikan karakter. Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Kemendikbud.
Ki Hadjar Dewantara. (1994). Kebudayaan (bagian II). Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Middleton, R. (1990). Studying popular music. Open University Press.
Nurhayati, E. (2020). Nilai ketuhanan dalam lirik lagu Banyu Langit karya Didi Kempot: Tinjauan semiotika. Jurnal Lingua Cultura, 14(1), 45–56. https://doi.org/10.21512/lc.v14i1.6241
Poerwadarminta, W. J. S. (1939). Baoesastra Djawa. J. B. Wolters.
Prabowo, A., & Astuti, D. (2020). Representasi nilai sosial dan afektif dalam lagu-lagu Didi Kempot: Analisis wacana kritis. Jurnal Kajian Budaya, 16(2), 88–104.
Prawirodisastra, S. (1991). Bahasa Jawa dalam seni tembang macapat. Makalah Kongres Bahasa Jawa Semarang, 15–20 Juli 1991.
Rahmawati, S. (2019). Spiritualitas Islam-Jawa dalam lagu-lagu Cak Nun (Emha Ainun Nadjib): Kajian semiotika budaya. Jurnal Theologia, 30(2), 201–224. https://doi.org/10.21580/teo.2019.30.2.3877
Setiawan, D. (2021). Dekonstruksi makna dalam tembang campursari Didi Kempot: Sebuah tinjauan semiotika Roland Barthes. Jurnal Humaniora, 33(1), 1–14. https://doi.org/10.22146/jh.62498
Setyaningsih, N. R. (2015). Makna budaya tembang Tak Lela-Lela Ledhung: Sebuah tinjauan etnolinguistik. Prosiding Lokakarya Hasil Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 7–9 Oktober 2015.
Sudaryanto. (2018). Fenomena alih kode dan campur kode dalam tembang Jawa kontemporer. Jurnal Widyaparwa, 46(2), 169–182.
Suyadi. (2013). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.
Widyastuti, A. (2019). Praktik penerimaan tembang campursari di kalangan generasi milenial Yogyakarta. Jurnal Seni Budaya, 34(1), 33–47.
Widyastuti, A. (2021). Identitas hibrid dalam musik Ndarboy Genk: Negosiasi Jawa dan modernitas. Jurnal Kajian Seni, 7(2), 145–162. https://doi.org/10.22146/jks.61842
DOI: https://doi.org/10.26877/kaloka.v3i2.12319
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah telah terindeks pada:
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah by LPPM Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.




.png)









