PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU

Oke Anandika Lestari, Yohana S. K. Dewi, Candra Wasis Agun

Abstract


Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.



Keywords


literacy; local wisdom; natural and social science; wordwall

Full Text:

PDF

References


Achinewu, S. C. & Owumanam, C. I. (2001). Garification of Five Improved cassava cultivars, physicochemical and sensory properties of gari yield. African Journal of Root adn Tuber Crops. 4(2):18-21.

Andriani, M., Anandhito, B. K., & Nurhartadi, E. (2013). Pengaruh Temperatur Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisik dan Sensoris Tepung Tempe “Bosokâ€. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 6(2):95-102.

Aryani, N., Pamungkas, N A., & Adelina. (2013). Pertumbuhan Ikan Baung yang Diberi Kombinasi Cacing Sutra dan Pakan Buatan. Jurnal Akuakultur Indonesia. 12(1), 18-24.

Atklistiyanti, C., Rivai, R. R., Santoso, Y. S., Herwitarahman, A., & Sarjono, B. Y. (2013). Kajian Teknik Reduksi Asam Sianida (HCN) Pada Tempe Biji Karet Dalam Upaya Peningkatan Diversifikasi Protein Nabati. Laporan. Institut Pertanian Bogor.

Cahyani, P. N., Zahran, I., Jufri, I., & Noviana. (2017). Keracunan Akut Sianida. Wicaksana, Jurnal Lingkungan dan Pembangunan. 1(1):80-87.

BSN. (2015). Syarat Mutu Tempe. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Depkes RI. (2011). Daftar Komposisi Bahan Makanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Dewi, Y. S. K. (2014). Kontribusi Umbi-Umbian Sebagai Sumber Energi Dalam Peta Kerawanan Pangan Di Jagoibabang, Perbatasan Kabupaten Bengkayang Dengan Serawak. Proseding Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir. Pontianak, 19 Juni 2014.p 455-463.

Kurniawan, A. (2014). pengembangan Brosur sebagai Sumber Belajar pada Mata Pelajaran IPS SMP Kelas VII dengan Materi Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Yogyakarta.

Linda, R., Ellya, H., & Iswahyudi, H. (2017). Kandungan Hidrogen Sianida (HCN) Daging Biji Karet pada Berbagai Perlakuan Teknik Reduksi. Jurnal Teknologi Agri-Industri. 4(2):53-60.

Murni, R., Suparjo., Akmal., & Ginting, BL. (2008). Teknologi Pemanfaatan Limbah untuk Pakan. Buju Ajar. Fakultas Peternakan. Universitas Jambi.

Novita, M. R. (2018). Pengaruh Lama Penggantian Air Rendaman Dan Dosis Jamur Komersial Terhadap Kualitas Tempe Biji Karet (Havea Brasilliensis Muell.Arg). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Ogueke, C. C., Ehirim, C., Owumanam, C. I., Ahaotu, I., & Olawuni, I. A. (2013). Quality Characteristics and HCN in Gari as Affacted by Fermentation Variables. International Journal of Life Sciences. 2(1):21-28.

Prabowo, R. (2010). Kebijakan Pemerintah dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia. Mediagro. 6(2):62-73.

Rahmadani, L. (2018). Pemanfaatan Biji Karet (Hevea brasiliensis) Pembuatan Tempe sebagai Preferensi Materi Bioteknologi Kelas XII SMA Negeri 9 Kabupaten Aceh Barat Daya. Skripsi. Universitas Negeri AR-RANIRY.

Suciati, A. (2012). Pengaruh Lama Perendaman Dan Fermentasi Terhadap Kandungan HCN Pada Tempe Kacang Koro (Canavalia ensiformis L). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin. Makasar.




DOI: https://doi.org/10.26877/e-dimas.v12i4.4211

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) telah terindeks pada:

         

Creative Commons License

JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) by LPP Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.