IMPLEMENTASI GERAKAN TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT PADA SISWA KELAS 4 SD NEGERI 3 KEDUNGSUREN KABUPATEN KENDAL
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada siswa kelas 4 SD Negeri 3 Kedungsuren, Kabupaten Kendal. Kebiasaan ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat yang sangat penting untuk perkembangan holistik siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan 23 siswa kelas 4, wali kelas, guru olahraga, serta angket yang diisi oleh 23 orang tua siswa. Analisis deskriptif diterapkan untuk menyajikan gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang positif pada kebiasaan bangun pagi, berolahraga, dan gemar belajar, ditandai oleh antusiasme dan partisipasi aktif siswa. Namun, kebiasaan beribadah yang khusyuk, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan tidur cepat masih memerlukan penguatan. Faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman spiritual, ketersediaan makanan tidak sehat di kantin, minimnya kepedulian sosial pada beberapa siswa, dan penggunaan perangkat elektronik berlebihan yang mengganggu tidur. Meskipun peran guru aktif, dukungan konsisten dari orang tua di rumah belum optimal. Oleh karena itu, keberhasilan penuh gerakan ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga, serta upaya berkelanjutan dalam edukasi, pengawasan, dan teladan positif.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Agustina, Amelia, E. I. (2025). Penguatan pendidikan karakter siswa melalui tujuh kebiasaan anak indonesia hebat di SMK Negeri 3 Pekanbaru. 38–45.
Agustinova, Danu Eko. 2015. Memahami Metode Penelitian Kualitatif; Teori & Praktik. Yogyakarta : Calpulis
Anwar, Rosyida Nurul, N. M. (2025). Penguatan karakter anak melalui tujuh kebiasaan anak indonesia hebat dalam prespektif islam: kajian literatur. 7, 266–274.
Clear, James. (2018). Atomic Habits: An easy & proven way to build good habits & break bad ones. New York: Avery.
Duhigg, Charles. (2012) The power of habit: Why we do what we do in life and business. New York: Random House.
Hirshkowitz, M., Whiton, K., Albert, S. M., et al. (2015) National Sleep Foundation's updated sleep duration recommendations: final report. Sleep health, 1(4), 233–243. https://doi.org/10.1016/j.sleh.2015.10.004
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Gizi Seimbang dan Hidup Sehat. Jakarta: Kemenkes RI
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Buku Panduan untuk siswa : aksi bergizi, hidup sehat sejakk sekarang untuk remaja kekinian. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Konsep dan pedoman penguatan pendidikan karakter tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2025. Surat edaran tiga menteri tentang penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan.
Kemeterian Pendidikan Dasar dan Menengah. 2025. Panduan penerapan gerakan tujuh kebiasaan anak indonesia hebat untuk guru dan satuan pendidikan pada pendidikan sekolah dasar. Jakarta : Kemendikdasmen
Lickona, Thomas. 1991. Educating for character : How out schools can teach respect and responsibility. New York: Batam Books.
Machfudz, Masyhuri, dkk. 2022. Metodologi penelitian kualitatif dilengkapi dengan contoh ‘riset’ fenomenologi. Malang : CV. Literasi Nusantara Abadi.
Madyan, A. B. (2021). Pengaruh media sosial terhadap pendidikan karakter anak di masa pandemi coronavirus disease 19. Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 1(3), 126–134. https://doi.org/10.37329/metta.v1i3.1481
McLeroy, K. R., Bibeau, D., Steckler, A., & Glanz, K. (1988). An ecological perspective on health promotion programs. Health Education Quarterly, 15(4), 351–377. https://doi.org/10.1177/109019818801500401
National Sleep Foundation. (2020). Sleep duration recommendations. https://www.sleepfoundation.org
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Rahayu, D. W., & Taufiq, & M. (2020). Analisis pendidikan karakter melalui living values educatin (lve)di sekolah dasar. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(7).
Salim,Nur Agus, dkk. (2022). Dasar-dasar pendidikan karakter. Yayasan Kita Menulis.
Samin. (2020). Buku Ajar Fiqh Ibadah. Kerinci
Sarwono, Jonathan. 2018. Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif (Edisi 2). Yogyakarta : Suluh Media.
Sinulingga, N. N. (2025). Membangun karakter sehat dan berakhlak mulia melalui 7 kebiasaan anak Indonesia hebat. 9, 1–23.
Subroto, Jolo. 2021. Seri kepribadian norma dalam masyarakat. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Sugiyono. 2021. Metode penelitian kualitatif untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif. Bandung: Alfabeta.
Tough, Paul. (2012). How children succeed: Grit, curiosity, and the hidden power of character. Boston: Houghton Mifflin Harcourt.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Perundang-undangan.
World Health Organizatin. (2020). WHO guidelines on Physical activity and sedentary behaviour. https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128
Zulfikri, M.Alif Hamzah, A. C. (2025). Sosialisasi 7 kebiasaan anak indonesia hebat dan senam anak indonesia. 2(1), 6–11.
DOI: https://doi.org/10.26877/ijes.v6i1.23926
DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): https://doi.org/10.26877/ijes.v6i1.23926.g11272
Refbacks
- There are currently no refbacks.




