The meaning and function of the Dhandhanggula Bawa song Campursari Kanca Tani song

Muhammad Arif Amirulchaq, Bambang Sulanjari

Abstract


Bawa as a one of literary song like a sindhenan, janturan, gerongan, and palaran. Firstly, bawa song used in Javanese traditional or karawitan music, but since 1970th bawa song start to used in another genre, such as campursari. This research aimed to describe and analyse the meaning and function of bawa song in campursari. Sample on this research taken from bawa song with dandanggula poetic meter, that is bawa of kanca tani song. Data collected technique using record-note and in-depth interview with some informant. Data analysis of this research using qualitative-interactive with the phase are data reduction, data display, and conclusion drawing. Result of this research find that bawa on campursari song have function as intro before song sing in. Therefore, bawa also represented the meaning and message of the campursari song. So, the lyric of bawa song have suitability with content of campursari song. Bawa song in this era also have attract power on campursari fans, because there are some dialogues between bawa singer with other singer, MC, or some audience which contain sense of joke inside.


Keywords


study meaning and function; bawa song; dandanggula poetic meter; campursari song

Full Text:

PDF

References


Adzkia, Sagaf Faozata. 2016. “Kesenian Laras Madya sebagai Materi Pelajaran Seni Budaya dalam Lima Orientasi Nilai Pendidikan Gage dan Berliner.†Imaji 14(1):71–80.

https://doi.org/10.21831/imaji.v14i1. 9536

Basalamah, Abbas Muhammad. 2018. “Manajemen Waktu: Kajian Hikmah Ramadhan dan Aplikasinya dalam Manajemen Modern Abbas Muhammad Basalamah.†Ilmu Dan Budaya 40(56).

Budiarti, Muriah. 2008. “Sekilas Tentang Sindhenan Banyumasan.†Keteg 8(2).

Budiono, Heru, and Nara Setya Wiratama.

“Pendidikan Nilai dalam Tembang Macapat Dhandanggula.†Jurnal Penelitian Pendidikan 9(1):1344– 49.

Darsono, Darsono. 2016. “Beberapa Pandangan tentang Tembang Macapat.†Jurnal Ketek 16(1):27–37.

Heliarta, S. 2009. “Seni Karawitan Jawa.â€

Semarang: Aneka Ilmu.

Heriwati, S. Hesti. 2016. “Nilai-Nilai Yang Terkandung dalam Apresiasi Tembang-Tembang Jawa.†Gelar 8(1).

Huda, Muhamad Miftahul, Hamim Hamim, and Judhi Hari Wibowo. 2018. “Analisis Semiotika Fotografi ‘Alkisah’ Karya Rio Motret (Rio Wibowo).†Representamen 3(01). https://doi.org/10.30996/.v3i01.1405

Kobi, Mohamad Fajrin. 2017. “Campursari: Bentuk Lain dari Kesenian Gamelan yang Diterima di Masa Modern.†Jurnal Warna 1(1):1–20.

Kusnadi. 2006. “Melodi Dan Lirik Lagu Campursari Ciptaan Manthous.†Imaji, Jurnal Seni dan Pendidikan Seni 4(1):109–23.

Limbong, Priscila Fitriasih. 2015. “Alih Wahana pada Kitab Patahulrahman Upaya Mendekatkan Sebuah Teks pada Masyarakatnya Kita.†Jurnal Lektur Keagamaan 13(2):417–30. https://doi.org/10.31291/jlk.v13i2.23 3

Martopangrawit. 1975. Gendhing-Gendhing Santiswara Jilid I dan II. Surakarta: ASKI Surakarta.

Moleong, Lexy J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. ISBN 979- 514-051-5.

Nugroho, Akhmad. 2018. “Komunitas Sastra Jawa: Penciptaan, Penerbitan, dan Pergelaran Tembang Macapat.†Semiotika 18(2):75–87. https://doi.org/10.19184/semiotika.v 18i2.6540

Nurgiyantoro, Burhan. 2018. Teori Pengkajian Fiksi. UGM PRESS.

Pradopo, Rachmat Djoko. 2010.

“Pengkajian Puisi: Analisis Strata Norma dan Analisis Struktual Dan Semiotik.â€

Ranabumi, Raditya. 2018. “Metafora Pada Lagu Nyidham Sari Dan Yen Ing Tawang Ono Lintang.†Ranah: Jurnal Kajian Bahasa 7(2):247–62. ttps://doi.org/10.26499/rnh.v7i2.659

Saheb, Saheb, Yulius Slamet, and Ahmad Zuber. 2018. “Peranan Modal Sosial Bagi Petani Miskin Untuk Mempertahankan Kelangsungan Hidup Rumah Tangga di Pedesaan Ngawi (Studi Kasus di Desa Randusongo Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur).†Jurnal Analisa Sosiologi 2(1).

Siahaan, Muhammad Donni Lesmana. 2019. “Mengukur Tingkat Kepercayaan Sistem Zakat Online Menggunakan Technology Acceptance Model (Tam) di Kalangan Masyarakat Kampus.†Jurnal Abdi Ilmu 1(2):1–10.

https://doi.org/10.20961/jas.v2i1.173

Suarta, I. Made. 2018. “Nilai-Nilai Filosofis Didaktis, Humanistis, dan Spiritual dalam Kesenian Tradisional Macapat Masyarakat Bali.†Mudra Jurnal Seni Budaya 33(2):191–99.

https://doi.org/10.31091/mudra.v33i 2.364

Surbono, Wahyu, and Sutiyono. 2018. “Bentuk dan Makna Simbolik Tembang dalam Konteks Upacara Rebo Pungkasan Kembul Sewu Dulur.†Jurnal Pustaka Budaya 5(2):42– 51.

https://doi.org/10.31849/pb.v5i2.157 7

Sutopo, H. B. 2002. “Metode Penelitian Kualitatif. Dasar dan Teori Terapannya Dalam Penelitian.â€

Suyoto, Timbul Haryono, and Hastanto. 2015. “Estetika Bawa dalam Karawitan Gaya Surakarta.†Resital: Jurnal Seni Pertunjukan 16(1):36–51. https://doi.org/10.24821/resital.v16i1

.1273

Wahid, Amirul Nur, and Kundharu Saddhono. 2017. “Ajaran Moral dalam Lirik Lagu Dolanan Anak.†Mudra Jurnal Seni Budaya 32(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v32i 2.107

Zakaria, Indra, and Listiyaningsih. 2016. “Penanaman Sikap Sopan Santun Melalui Keteladanan Guru di SMP Negeri 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo.†Kajian Moral dan Kewarganegara




DOI: https://doi.org/10.26877/jisabda.v5i2.12317

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.