PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU

Kholisatin Mu'arofah Burhanuddin, M.Th. S. R. Retnaningdyastuti, Padmi Dyah Yulianti

Abstract


Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.



Full Text:

PDF

References


AntinienÄ—, D., & LekaviÄienÄ—, R. (2019). Some Psychologucal Factors That Affect EMotional Intelligent of Lithuanian High School Students. SOCIAL WELFARE INTERDISCIPLINARY APPROACH, 9 (1).

Arikunto, suharsini. 2010. Prosedur Penelitihan : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Reka cipta

Bar-On, R. (2006). The Bar-On Model of Emotional-Social Intelligence. Consortium for Research on Emotional Intelligence , 1-28.

Beckford, A. (2018, Agustus 6). the-skills-you-need-to-succeed-in-2020. Dipetik Juli 3, 2020, dari https://www.forbes.com.

Boyatzis, R. E., Goleman, D., & Rhee, K. (2000). lustering competence in emotional intelligence: Insights from the Emotional Competence Inventory (ECI)s. Consortium for Research on Emotional Intelligence in Organizations .

Carmelia, T., Tiatri, S., & Wijaya, E. (2017). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Prestasi Akademik Dengan Job Performance Pada Mahasiswa Aktif Organisasi Kemahasiswaan. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni , 184-197 .

Cotruș, A., Stanciu, C., & Bulborea, l. A. (2013). EQ vs. IQ which is most important in the success or failure of a student? Procedia - Social and Behavioral Sciences, 46, 5211 – 5213.

Dhani, P., & Sharma, T. (2016). Emotional Intelligence; History, Models And Measures. International Journal of Science Technology and Management , 188-201.

Douglas, S. (2015). Incorporating Emotional Intelligence in Legal Education: A Theoretical Perspective. E-Journal of Business Education & Scholarship of Teaching, 9 (2), 56-71.

Drigas, A. S., & Papoutsi, C. (2018). A New Layered Model on Emotional Intelligence. Behavioral Science, 8 (45).

Goleman, D. (2015). Emotional Intelligence : Kecerdasan emosional mengapa EI lebih penting daripada IQ. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka. Utama.

Hidayati, K. B., & Farid, M. (2016). Konsep Diri, Adversity Quotient dan Penyesuaian Diri pada Remaja. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 5 (02), 137 - 144.

Jati, G. W., & Yoenanto, N. H. (2013). KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DITINJAU DARI FAKTOR DEMOGRAFI. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 2 (2).

Masruroh, A. (2014). Konsep Kecerdasan Emosional dalam Perspektif endidikan Islam. Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 6 (1), 61-87.

Ross, M. R., & Powell, S. R. (2002). ew Roles for School Psychologists: Addressing the Social. School Psychology Review , 43-52.

Rupande, G. (2015). The Impact of Emotional Intelligence on Student Learning. International Journal of Managerial Studies and Research (IJMSR), 3 (9), 133-136.

Schutte, N. S., Malouff, J. M., & Thorsteinsson, E. B. (2013). Increasing Emotional Intelligence through Training: Current Status and Future Directions. The International Journal of Emotional Education, 5 (1), 56=72.

Subramanian, K. R. (2016). Key to Organisational Effectiveness: Social and Emotional Intelligence. International Research Journal of Advanced Engineering and Science, 1 (4), 127-131.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wolff, S. (2005). Book Reviews. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 46 (9).




DOI: https://doi.org/10.26877/jsip.v2i1.8401

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright of Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan

E-ISSN 2985-5012

Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang
Jl. Sidodadi Timur No.24, Kelurahan Karangtempel, Kec. Semarang Timur, , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50232