ANALISIS TINGKAT KENYAMANAN PEJALAN KAKI PADA JALUR PEDESTRIAN DI AREA WISATA PANTAI KARTINI JEPARA

Ferdy Endarwanto, Ratri Septina Saraswati

Abstract


Penelitian ini membahas kondisi jalur pedestrian di kawasan wisata Pantai Kartini, Jepara, yang dinilai belum optimal dalam menunjang kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki. Metode kualitatif digunakan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil menunjukkan adanya kerusakan permukaan jalur, kurangnya fasilitas pendukung, serta aksesibilitas yang rendah bagi penyandang disabilitas. Rekomendasi yang diberikan meliputi perbaikan infrastruktur, penambahan elemen penunjang, dan penerapan desain inklusif untuk mendukung kawasan wisata yang aman, nyaman, dan ramah semua kalangan.


Keywords


jalur pedestrian, Pantai Kartini, kenyamanan, aksesibilitas

Full Text:

PDF PDF

References


Carmona, M., Heath, T., Oc, T., & Tiesdell, S. (2010). Public Places Urban Spaces: The Dimensions of Urban Design. Architectural Press.

Fruin, J. J. (1979). Pedestrian Planning and Design. Metropolitan Association of Urban Designers and Environmental Planners.

Giovanni, R. (1977). The City Reader. Routledge.

Harris, C., & Dines, N. (1988). Time-Saver Standards for Landscape Architecture: Design and Construction Data. McGraw-Hill.

ITDP Indonesia. (2019). Panduan Perencanaan dan Perancangan Fasilitas Pejalan Kaki. Jakarta: Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Manfaat Berjalan Kaki untuk Kesehatan. Diakses dari https://www.kemkes.go.id (akses pada tahun 2025).

Kementerian Pekerjaan Umum. (2009). Tata Cara Perencanaan Fasilitas Bagi Pejalan Kaki di Perkotaan. Direktorat Jenderal Bina Marga, Jakarta.

Listianto, T. (2006). Perilaku Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan. Skripsi. Universitas Gadjah Mada.

Mamuaja, C. S., Wuisan, M. D., & Lumanauw, J. (2018). Kajian Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Pendidikan. Jurnal Sipil Statik, 6(4), 309–315.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nasrudin, D., Sari, F., & Alamsyah, T. (2018). Analisis Kebutuhan Fasilitas Pejalan Kaki pada Kawasan Pendidikan. Jurnal Teknik ITS, 7(2), A221–A226.

Okamoto, N. (n.d.). Nara Medical University School of Medicine – Health Report on Walking Habits. Japan Health Review, Edisi Khusus.

Rubenstein, H. M. (1992). Pedestrian Malls, Streetscapes, and Urban Spaces. John Wiley & Sons.

Saraswati, Ratri S, Priyanto, B (2016). Kualitas Fasilitas Jalur Pejalan Kaki Di Pusat Kota Semarang. Jurnal RIPTEK Bappeda Kota Semarang, Vol. 10 (1), 57-70.

Spreiregen, P. D. (1965). Urban Design: The Architecture of Towns and Cities. McGraw-Hill.

Tegar, A., Putri, A., & Rahmawati, N. (2018). Evaluasi Kinerja Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Komersial. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 13(1), 37–45.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Wahyuningsih, A. S. (2015). Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan. Artikel Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang.




DOI: https://doi.org/10.26877/umpak.v8i2.23847

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan terindeks:

UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan

Published by:
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik dan Informatika
Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)