Eksistensi dan Transmisi Makna Tembang PocungSebagai Warisan Budaya Takbenda di Era Digital

Ayesa Siti Faijah, Bambang Sulanjari

Abstract


Tembang Pocung sebagai bagian dari tradisi macapat Jawa menghadapi ancaman kepunahan akibat  penetrasi  budaya  digital  dan  pergeseran  nilai  pada  generasi  muda.  Penelitian  ini bertujuan untuk: (1) menganalisis lapisan makna semiotis tembang Pocung secara struktural dan kultural; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi eksistensi tembang Pocung di  era digital;  dan  (3)  merumuskan  model  transmisi  budaya  berbasis  literasi  digital  untuk menjaga  keberlanjutan  tembang  Pocung.  Penelitian  menggunakan  pendekatan  kualitatif deskriptif  dengan  metode  analisis  isi  (content  analysis)  terhadapteks-teks  tembang  Pocung yang  dikombinasikan  dengan  studi  dokumen.  Analisis  menggunakan  kerangka  semiotika Roland Barthes untuk membedah makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  tembang  Pocung  memuat  tiga  lapis  makna:  (1)  makna eskatologis  yang  merefleksikan  filsafat  kematian  Jawa;  (2)  makna  pedagogis  sebagai  media internalisasi  nilai;  dan  (3)  makna  sosial-ritualistik  dalam  konteks  komunitas.  Faktor  utama kemunduran  eksistensinya  adalah  rendahnya  literasi  budaya  digital  dan  absennya  integrasi formal di kurikulum pendidikan. Model transmisi berbasis platform digital interaktif diusulkan sebagai solusi revitalisasi yang relevan dengan pola konsumsi budaya generasi Z.


Keywords


embang Pocung, macapat, semiotika budaya, transmisi warisan budaya, literasi digital

Full Text:

PDF

References


Andriessen, D., & Koot, C. (2020). Tembang macapat as a prosodic knowledge system: Structural analysis and pedagogical implications. Journal of Ethnomusicology, 64(2), 201-225.

Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang. (Original work published 1957)

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dinas Kebudayaan DIY. (2023). Laporan tahunan pemajuan kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta 2023. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gee, J. P., & Hayes, E. R. (2021). Language and learning in the digital age. Routledge.

Hsieh, H.-F., & Shannon, S. E. (2005). Three approaches to qualitative content analysis. Qualitative Health Research, 15(9), 1277-1288.

Ito, M., Arum, R., Conley, D., Gutiérrez, K., Kirwan-Taylor, H., Sfard, A., & Watkins, S. C. (2020). The connected learning research network: Reflections on a decade of engaged scholarship. Connected Learning Alliance.

Jenkins, H. (2022). Participatory culture in a networked era: A conversation on youth, learning, commerce, and politics (2nd ed.). Polity Press.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Survei nasional literasi budaya dan kearifan lokal pada jenjang SMP-SMA. Badan Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan.

Kirschner, P. A., & De Bruyckere, P. (2017). The myths of the digital native and the multitasker. Teaching and Teacher Education, 67, 135-142.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Nurgiyantoro, B. (2021). Tembang macapat dalam dinamika sosial Jawa: Kajian transformasi dan eksistensi. Jurnal Humaniora, 33(2), 125-140.

Patel, N. V. (2021). Cultural ecology in the digital age: Rethinking heritage transmission frameworks. Cultural Studies, 35(4), 589-614.

Purnomo, A., & Setiyadi, D. B. P. (2022). Strategi pelestarian tembang macapat di sanggar seni Jawa Tengah: Perspektif manajemen budaya. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 22(1), 45-62.

Setiyadi, D. B. P. (2022). Nilai-nilai kearifan lokal tembang macapat sebagai sumber pendidikan karakter: Kajian semiotik. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 14(1), 78-96.

Suseno, F. M. (2020). Etika Jawa: Sebuah analisa falsafi tentang kebijaksanaan hidup Jawa (Ed. revisi). Gramedia Pustaka Utama.

UNESCO. (2020). Basic texts of the 2003 Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage (2020 ed.). UNESCO.

Wisnumurti, A. A. G. O., Kaler, I. K., & Putra, I. N. D. (2021). Revitalisasi kesenian tradisional melalui media digital: Kajian komparatif gamelan dan macapat. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 36(2), 187-202.




DOI: https://doi.org/10.26877/kaloka.v3i2.12369

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah telah terindeks pada:

         

Creative Commons License

Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah by LPPM Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.