Fermentasi Asam Laktat dari Kulit Pisang Kepok dan Raja Nangka

Asfarina Asfarina, Enny Purwati Nurlaili Purwati Nurlaili, Fafa Nurdyansyah

Abstract


         Penggunaan tepung kulit pisang sebagai substrat dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media fermentasi yang murah untuk menghasilkan asam laktat dengan menggunakan bakteri Lactobacillus acidophilus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat tepung kulit pisang kepok dan raja nangka terhadap pertumbuhan biomassa dan produksi asam laktat pada proses fermentasi asam laktat. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan konsentrasi substrat (3%, 5%, dan 7%) dari tepung kulit pisang kepok dan raja nangka dengan lama waktu fermentasi yaitu 0 jam, dan 24 jam. Penelitian dilakukan dengan memproses kulit pisang kepok dan raja nangka menjadi tepung melalui proses pengeringan, penggilingan, dan pengayakan. Tepung kulit pisang kemudian dihidrolisis dan difiltrasi. Filtrat digunakan dalam proses fermentasi sebagai substrat bagi pertumbuhan bakteri Lactobacillus acidophilus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kulit pisang kepok menghasilkan rendemen sebanyak 9,54% dengan karakteristik fisik yaitu berwarna coklat kehitaman, beraroma normal, dan berbentuk bubuk serta tepung kulit pisang raja nangka menghasilkan rendemen sebanyak 9,73% dengan karakteristik fisik yaitu berwarna coklat susu, beraroma normal, dan berbentuk bubuk. Karakteristik kimia tertinggi yang dihasilkan meliputi kadar air pisang raja nangka sebesar 11,01%. Perlakuan konsentrasi substrat tepung kulit pisang kepok dan raja nangka memberikan berpengaruh nyata terhadap niali TAT, nilai TAT tetringgi yaitu pada tepung kulit pisang raja nangka 7% sebesar 0.29%, namun tidak berpengaruh yata terhadap nilai penurunan pH tertinggi pada tepung kulit pisang kepok berkisar antara 1.39 – 1.52, biomassa sel optimal pada tepung kulit pisang kepok 3% sebesar 0.33%, sedangkan nilai total gula tertinggi pada tepung kulit pisang kepok semua konsentrasi berkisar antara 0.47% - 0.85%.

Keywords


fermentation; lactic acid bacteria; Musa paradisiaca l.

Full Text:

PDF

References


Anhwange, B. Ugye, T. and Nyiaatagher, T. 2009. Chemical Composition of Musa sapientum (Banana) Peels. EJEAFChe, 8 (6) pp. 437-44

AOAC (Association of Official Analytical Chemist). 2005. Official Methods of Analysis 18 edition. Association of Official Analytical Chemists. Washington.

AOAC (Association of Official Analytical Chemist). 1990. Official Methods of Analysis 18 edition. Association of Official Aalytical Chemists. Washington.

Andarti, Y. I. dan Agustin, K. W. 2015. Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Kimia, Mikrobiologi, dan Organoleptik MISO Kedelai Hitam (Glycine max (L)). Jurnal Pangan dan Agroindustri 3(3): 889-898.

Bailey, J. E. dan Ollis, D. F. 1987. Biochemical Engineering Fundamentals, McGraw-Hill Book Company. New York.

Basse, S. 2000. Fermentasi Asam Laktat Limbah Kulit Pisang Dari Berbagai Macam Daerah Menggunakan Berbagai Analisis Kimia. Biokimia 10(2): 28-30.

Statistik. B. P. 2018. Data Produksi Pisang di Indonesia. Tanggal akses 28 Maret 2019. http://www.bpsdataproduksipisangindonesia2007.com.

Fardiaz, S. 1987. Petunjuk Praktek : Mikrobiologi Pangan. Lembaga Sumber Daya. IPB. Bogor.

. 1999. Fisiologi Fermentasi. Pusat Antar Universitas Lembaga Sumberdaya Informasi. Bogor.

Farnworth, R. E. 2008. Handbook of Fermented Functional Foods. Second Ed. CRC Press. USA.

Fessenden, 1982, “Kimia Organik”, edisi ketiga, Erlangga, Jakarta.

Febriningrum, P. N. 2013. Pengaruh Konsentrasi Substrat Kulit Nanas dan Kecepatan Pengadukan trhadap Pertumbuhan Lactobacillus plantarum untuk produksi Asam Laktat. Jural Rekayasa Kimia dan Lingkungan 9(3): 144 – 151

Ferdaus, F., Wijayanti, M.O., Retnoningtyas, E. S. dan Irawati, W. 2008. Pengaruh pH, Konsentrasi Substrat, Penambahan Kalsium Karbonat dan Waku Fermentasi terhadap Perolehan Asam Laktat dari Kulit Pisang. Jurnal Widya Teknik 7(1): 1-14.

Greasham, R. L. 1993. Media for Microbial Fermentasi in Biotechnology Bioprocessing ed. G. Stephanopoulos VCH Verlagsgesellschalft mbH D-69451 Weinheim, Federal Republic of German. Journal Mikrobiologi 3(1): 23-46.

Jin Bo, Pinghe Yin,. Yibong Ma,. Z. Ling. 2005. Production of Lactic Acid and

Fungal Biomassa by Rhizopus Fungi from Food Processing Waste Streams. Australia. Jurnal Ind Microbiol Biotechnol 32(1): 678–686.

Jenie, B.S. 2012. Penanganan Limbah Industri Pangan . Yogyakarta : Kasinius.

Johari, dan Rahmawati. 2006. Kimia SMA untuk Kelas XII. Jakarta: Esis

Judoamidjojo, R. M. 1990. Biokonversi. Dikti Pusat Antar Universitas Bioteknologi. Bogor.

Julianti, T., 2017. HPLC-based activity profiling for antiplasmodial compounds in the traditional Indonesian medicinal plant Carica papaya L. J Ethnopharmacol 155 (1): 426-34.

Kusuma, V. J. M. dan Zubaidah, E. 2016. Evaluasi Pertumbuhan Lactobacillus Casei dan Lactobacillus Plantarum dalam Medium Fermentasi Tepung Klulit Pisang. Jurnal Pangan dan Agroindustri 4(1): 100-108.

Laily, R.N., Purwadi dan Thohari. I. 2014. Pengaruh penambahan whey bubuk terhadap pH, total asam laktat, viskositas dan kadar bahan kering pada yoghurt set. http://fapet.ub.ac.id/wpcontent/uploads/2014/06/Pengaruh-Penambahan-Whey-Bubuk-TerhadappH-Total-Asam-Laktat-Viskositass-dan-Kadar-Bahan-Kering-padaYoghurt-Set.pdf. Diakses pada tanggal 6 Desember 2014.

Mayasari, Dian Fitria. 2012. “Pengaruh Setiap Tahap Pengolahan Terhadap Komposisi Proksimat Tempe Jagung” (Skripsi S-1 Progdi Pendidikan Biologi). Surakarta: FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mohapatra D., Mishra S., Sutar N. 2010. Banana and Its By-Product Utilisation : An Overview. Journal of Scientific & Industrial Research 69(1): 323-329.

Munadjim., 1988. Teknologi Pengolahan Pisang. Penerbit Gramedia. Jakarta.

Muchtadi, T. dan Ayustaningwarno. F. 2010. Teknologi Proses Pengolahan Pangan. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor. 260 Hlm

Nurdyansyah, F., dan Hasbullah. U. H. A. 2018. Optimasi Fermentasi Asam Laktat Oleh Bakteri Lactobacillus Casei Pada Media Fermentasi Yang Disubstitusi Tepung Kulit Pisang. Jurnal Biologi 11(1): 64-71.

Rahayu, P. W. 1992. Teknologi Fermentasi Produk Perikanan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. IPB. Bogor.

Rahmawati, dan Afiyanti. 2015. Metodologi Penelitian Kualitatif Dalam Riset. Yogyakarta.

Sandine, W. E. 1979. Roles Of Lactobacillus In The Intestinal Tract. J Food Protection 42(3): 259-62.

Setiawati, D. R., Anastasia. R. S. Dan Tri K. D. 2013. Proses Pembuatan Bioetanol dari Kulit Pisang Kepok. Jurnal Teknik Kimia 1(19): 38-43

Setyowulan, I. A. Nurlaili. E. P. Dan Hasbullah. U. H. A. 2018. Pengaruh Konsentrasi Substrat Tepung Kulit Pisang Kepok dan Kecepatan Pengadukan Terhadap Pertumbuhan Lactobacillus acidophilus. Teknologi Pangan. Jurnal Teknologi Pangan 12(4): 62-68.

Setiadi, dan Rizky. 2016. Analisis Rendemen Tepung Kulit Pisang Dari Berbagai Pelarut. Agrosains 15(3): 48-52.

Shohabiyah, N. 2017. Pengaruh Jenis Media Fermentasi dan Konsentrasi Garam Terhadap Karakteristik Asinan Sawi Hijau (Brassica rapa L). Food Technology. Bandung.

Susanti, Li. 2006. Perbedaan Penggunaan Jenis Kulit Pisang Terhadap Kualitas Nata Dengan Membandingkan Kulit Pisang Raja Nangka, Ambon Kuning Dan Kepok Putih Sebagai Bahan Baku. Tugas Akhir. Semarang: UNNES.

Silva, J., Carvalho, A.S., dan Ferreiraz. R., Vitorino, R., Amado, F., Dominguess, P., Teixeira, P., Gibbs, P.A., 2005. Effect of the pH of Growth on the Survival of Lactobacillus delbrueckii subsp. Bulgaricus to Stress Conditions during spray-drying. Journal of Applied Microbiology 98(1): 775-782.

Skory, C. D. 2000. Isolation and Expression of Lactate Dehydrogenase Genes oryzae. USA. Applied and Enviromental Microbiology 66(6): 2343-2348.

Stanbury, P. F. dan Whitaker, A. 1984. Principles of Fermentation Technology, Pergamon Press. New York.

Umam, K. 2012. Pengantar Sematik. Pustaka Setia ISBN. Bandung.

Yelnetty, A., Hadju. R., Tamasoleng. M. dan Sakul. S. 2014. Characteristic of local banana starch as prebiotic and effect addition of starch on physico chemical properties of goat milk yoghurt (Abstr.). Proceedings of the 16th AAAP Animal Science Congress 2(1): 339.




DOI: https://doi.org/10.26877/jiphp.v8i2.25255

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian by Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.